Mohon tunggu...
Yanti Sriyulianti
Yanti Sriyulianti Mohon Tunggu... Berbagilah Maka Kamu Abadi

Ibu dari Nurul Fitry Azizah, Muhammad Zakky Anwar dan Allisa Putri Maryam, aktif menggiatkan kampanye dan advokasi Hak Atas Pendidikan dan Perlindungan Anak dengan menjadi pembina Sigap Kerlip Indonesia, Ketua Umum Gerakan Indonesia Pintar, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, mencatat kegiatan sehari-hari, dan memimpin Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia sejak 1999.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Join Us, Kembali Gembira Bersama KerLiP

10 Maret 2020   09:42 Diperbarui: 10 Maret 2020   09:47 4 0 0 Mohon Tunggu...

Bulan aksi Semarak untuk Indonesia Maju akan segera tiba.

Saat yang ditunggu-tunggu untuk menyambut Hari Kebangkitan Nasional dengan aneka ragam aksi baik menambah Semarak Indonesia Maju.

Gembira bersama KerLiP diinisiasi sejak 2005. 

Apa sajakah kegiatannya?

1. Ragam kegiatan *l20 menit yang memukau
Ayah dan ibu belajar mendengarkan dan menyimak "celoteh" anak dan menanggapinya sungguh-sungguh. Bagi anak balita kesempatan memukau ini akan sangat melekat dlm ingatan jika dimanfaatkan untuk Gernas Baku. Ayah membacakan buku favorit dengan gaya mendongeng dst. Inisiatif ini dari praktik baik Komunitas Dongeng Dakocan di Lampung dikampanyekan dengan Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA pada 20 Mei 2010.

Bagi anak yang lebih besar tersedia kesempatan untuk didengarkan gagasan dan harapan juga curhatnya di rumah. 20 menit setiap anak itu wow banget ya.

2.  OPeRA di POMG
Obrolan Pendidikan Ramah Anak (OPeRA) pada setiap pertemuan orangtua, murid, dan guru kelas. Anak-anak menyisin papan mimpi tentang gagasan perubahan diri dan kelompoknya di kelas terkait pembiasaan praktik2 baik menuju Sekolah Ramah Anak.

Papan mimpi ini dipresentasikan pada POMG perdana dan wali kelas sebagai conductor/dirigen memimpin OPeRA dengan mengajak orangtua/wali menyimak dan mengambil hak prerogratifnya mendidik anak dg sepenuh hati dengan sungguh-sungguh menyusun Rencana Aksi Penguatan Pendidikan Karakter Menuju SRA di kelas, rumah dan lingkungan tempat tinggal anak (di luar sekolah).

Praktik terbaiknya dilakukan bu Nia Kurniati selama 3 tahun menjadikan kelas digital sebagai piloting kelas ramah anak di SMPN 11 Bandung. Secara masal diperkuat Bu Miska melalui #MeSRABertuah di Deli Serdang.

3. ORK3STRA di Dasawisma
Ank-anak melakukan deteksi warna *"Sudah Aman dan Nyamankah Sekolah, Rimah, dan Lingkunganku?*

Hal-hal yg terdeteksi oleh anak dan sangat penting untuk meningkatkan keselamatan, memastikan rute aman dari dan ke sekolah, kesiapsiagaan di rumah dan sekitarnya, serta kesehatan di sekolah, rumah, dan lingkungan menjadi bahan obrolan 10-15 keluarga yg berdekatan (dasawisma).

Anak-anak pun mendapat kesempatan untuk berpolitik dalam arti berpartisipasi  menjaga kelangsungan hidup, hidup dan tumbuh kembangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x