Mohon tunggu...
Yanti Sriyulianti
Yanti Sriyulianti Mohon Tunggu... Berbagilah Maka Kamu Abadi

Ibu dari Nurul Fitry Azizah, Muhammad Zakky Anwar dan Allisa Putri Maryam, aktif menggiatkan Hak Atas Pendidikan dan Perlindungan Anak dengan menjadi pembina Sigap Kerlip Indonesia, Ketua Umum Gerakan Indonesia Pintar, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, mencatat kegiatan sehari-hari, dan memimpin Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia sejak 1999.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Surat Cinta Kepada Mahasiswa yang Berdemo untuk Rakyat

26 September 2019   11:58 Diperbarui: 28 September 2019   09:45 0 1 1 Mohon Tunggu...
Surat Cinta Kepada Mahasiswa yang Berdemo untuk Rakyat
Dokpri

Terima kasih anak-anakku. Mahasiswa Indonesia. Kalian masih ada dan mau memperdengarkan nurani kami, rakyat Indonesia. Hati-hati dengan ulah para penunggang gelap. Kami titipkan gagasan, harapan, dan impian Indonesia Maju tanpa meninggalkan siapa pun.

Pro kontra legislasi yang terjadi di DPR benar-benar perlu pengawalan ketat kalian, Nak! 

Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan sebagai gerakan kesadaran kritis berbasis keluarga yang bekerja bersama multi pihak melakukan kajian kritis terhadap kebijakan, norma, standar, prosedur, dan kritera yang terkait langsung dengan anak, pendidikan, perempuan, dan keluarga sejak 2002. 

Sahabat KerLiP dari timur, tengah, dan barat Indonesia selalu sigap dan tak kenal lelah melakukan kampanye dan advokasi pemenuhan hak dan perlindungan anak khususnya di satuan pendidikan. 

Untuk itu kami menitipkan amanah nurani rakyat kepada kalian, mahasiswa Indonesia. Ayo mulai dengan membaca dan mencermati rancangan UU sebelum berteriak menyuarakan kami, rakyat Indonesia.

Terima kasih anak-anakku untuk tidak terprovokasi melakukan anarkhi dan perilaku salah lainnya. Bantu kami mendorong Mendikbud, Menag, Mendagri, Gubernur, Walikota dan Bupati untuk melarang setiap orang merekrut atau memperalat anak sekolah untuk kepentingan militer dan/atau lainnya dan membiarkan Anak tanpa perlindungan jiwa.

Anak-anak perlu menunjukkan kesadaran kritis anak  tapi tidak di tengah-tengah situasi yang tidak menjamin dan melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan salah lainnya. Kami sangat prihatin  dengan adanya ratusan korban luka pada saat kalian  unjuk rasa 23-24 September 2019.   Perlu pencarian fakta untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini. 

Larangan merekrut anak untuk kegiatan unjuk rasa yang sudah nyata-nyata menimbulkan korban sesuai amanat pasal 76H dan  sanksinya ditegaskan dalam pasal77 UU No 35 tahun 2014. Kasihan adik-adik pelajar. Mereka perlu dilindungi dari kemungkinan tindakan kekerasan dan perilaku salah lainnya apalagi dengan banyaknya para penunggang gelap gerakan murni kalian. 

Terima kasih anak-anakku, mahasiswa Indonesia yang bergerak untuk memastikan kebijakan peraturan perundang-undangan kita sesuai dengan amanat UUD 1945 dan pembukaannya serta berlandaskan Pancasila.

Semoga Allah meridhoi langkah-langkah tegap kalian dan membukakan hati para wakil rakyat.

VIDEO PILIHAN