Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Makan Bersama di Rumah Makan Soto Seger Sastro Solo

18 November 2022   15:08 Diperbarui: 18 November 2022   15:12 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Makan Bersama di Rumah Makan Soto Seger Sastro

Usai duduk-duduk di rumah Bu Ismi, kami keluar rumah untuk makan bersama. Bu Ismi memilih tempat yang ada aneka macam menu walaupun nama rumah  makan Soto. Kami keluar rumah. Pak Kanjeng duduk di depan agar bisa ngobrol dengan Suami. Kami bertiga duduk di belakang stir. Ide bagus Bu Kanjeng agar kami bisa ngobrol bersama. 

Obrolan yang seru karena kami sama-sama suka menulis dan berlatar belakang guru. Kami pun jadi tahu ternyata Bu Ismi pernah menjadi kepala sekolah hanya Sembilan bulan. Obrolan tentang anak, pekerjaan dan menulis menjadikan pertemuan seru. Tak terasa kami sampai di rumah makan lesehan Soto Seger Sastro.

Nama warumg makan lesehan yang menjadikan ingatan saya meloncat jauh. Bagaimana tidak, nama tersebut adalah nama bapak saya. Kami pun turun dari mobil menuju rumah makan ini. 

Gerimis datang saat kami memasuki rumah yang lumayan luas. Ada dua rumah yang siap untuk makan para penikmat kuliner. Kami berlima memilih rumah yang sebelah timur. Kami duduk saling berhadapan.

Dokumen pribadi 
Dokumen pribadi 

Seorang pelayan memberi daftar menu. Kami pun memesan makanan. Saya dan Bu Kanjeng salad, Bu Ismi memilih soto daging tanpa tambahan MSG, sedangkan suami memilih Soto besar tentu ini porsi besar. Pak Kanjeng memilih menu gado-gado. Sambil menunggu saya dan Bu Ismi memilih gorengan. Ada bergedel, tahu bacem, dan gorengan lainnya. Tak lupa kami memilih minuman. Saya pun memilih minuman beras kencur, biar beda karena jarang ada di setiap warung makan.

"Ayoo Bu, pesan apa lagi," ucap Bu Ismi ramah.

"Cukup Bu," jawabku.

Kami terus saling bercerita berbagai hal karena lama tak bertemu. Saya pun menikmati salad dengan kuah manis gurih yang segar. Sayuran wortel, buncis saya lahap sampai habis. Perut rasanya penuh apalagi segelas beras kencur sebagai minuman. Makan pun makin seru karena ada bumbu cerita yang menarik. Namun, keseruan harus berakhir karena hari telah sore. Saya dan suami harus melanjutkan perjalanan ke Klaten. Akhirnya kami berpisah. Bu Kanjeng dan suami naik grap. Kami bertiga saling berpelukan. Semoga ada pertemuan lainnya yang lebih seru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun