Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Cara Mudah agar Tulisan tidak Membosankan

25 September 2022   05:06 Diperbarui: 25 September 2022   06:41 144 25 17
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar diambil dari Tempo. Institut.com

Menulis itu mudah tetapi jangan diremehkan yang penting menulis. Untuk penulis pemula bisa jadi yang penting menulis dulu. Namun, kalau sudah menulis berulang kali ya harus meningkat kelas dong. Kita harus perhatikan pembaca juga apakah mereka bisa memahami tulisan kita.

Salah satu cara agar tulisan kita bisa tahu dipahami atau tidak oleh pembaca adalah adanya first reading. Jika tulisan kita sudah selesai, kita berikan pada teman, sahabat atau salah satu anggota keluarga. Paham tidak dengan tulisan kita.

Jika ada kekurangan dari tulisan tersebut, kita wajib legowo dan sanggup memperbaiki.

Salah satu hal yang masih dialami para penulis adalah menulis tanpa memperhatikan tanda baca sehingga seolah satu paragraf satu kalimat. Penulis yakin bahwa beberapa penulis pemula yakin tulisannya sudah satu paragraf yang terdiri beberapa kalimat. Ternyata hal itu belum benar karena dalam satu paragraf hanya ada tanda koma. Mari perhatikan paragraf berikut.

*Hari ini rumahku akan ada tamu, mereka berasal dari berbagai kota yang jauh dari rumah kami, kami dulu satu sekolah di Unnes Semarang, walaupun berjauhan kami saling komunikasi, saling kunjung ke salah satu teman secara bergantian, dengan silaturahmi kita semakin akrab.*

Nah bagaimana pembaca? Apakah bisa memahami tulisan di atas? Apakah paragraf itu membosankan tidak?

Mungkin beberapa pembaca paham maksud paragraf di atas. Namun, coba kita baca sekali lagi. Bisa dipastikan kita tidak bisa mengatur napas. Istilah Jawa 'menggeh-menggeh'. Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah tulisan di atas tanpa diberi tanda titik. Paragraf di atas itu hanya terdiri satu kalimat karena antar kalimat satu dan lainnya diberi tanda baca koma.

Itulah yang sering saya temui saat membaca tulisan di berbagai tulisan yang sudah tayang di medsos. Mari kita berusaha meningkatkan kualitas tulisan kita. Tulisan yang enak dibaca dan tidak membosankan pembaca adalah dengan menulis yang mudah dipahami.

Cara mudah adalah menyusun paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat. Bukan satu paragraf satu kalimat.

Mari kita perbaiki contoh kalimat di atas!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan