Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Tepi Rawa

7 September 2022   22:21 Diperbarui: 7 September 2022   22:24 136 9 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Di tepi rawa
Aku berdiri memandang lekat jauh di ujung senja
Langit Lazuardi memesona
Memanjakan mata

Gunung Telomoyo menjulang tinggi
Bersanding dengan awan menawan
Meluruhkan luka

Di tepi rawa
Kureguk pesona rawa pening
Meminang kesejukan yang tersisa
Bening menyejukkan sukma
Menambatkan pesona

Di tepi rawa
Rinduku tertambat
Pada sang bayu yang terus berkejaran
Yang tidak bisa lagi kurengkuh
Karena telah terjerat pada ranting-ranting yang patah
Dan luka pun singgah

Di tepi rawa janji terucap
Dari bibirmu yang ranum
Kala hembusan angin menerpa dedaunan
Kala tak lagi kata yang tersimpan
Semuanya lesap bersama senja yang sebentar lagi menghilang

Ah...
Biarlah kurawat rindu ini

Ambarawa, 7 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan