Mohon tunggu...
Yani Mulyani
Yani Mulyani Mohon Tunggu... profesional

A mom with full of happiness, cause have a best husband, parents, brother and sister, kids, friends, and carier that all are my smile, my spirit. Mencoba merefleksikan apa yang terjadi di kehidupan sehari hari, plus tentang ilmuku.... farmakologi.

Selanjutnya

Tutup

Catatan Pilihan

My Story about The Nanny

4 Juni 2014   17:29 Diperbarui: 20 Juni 2015   05:23 0 1 1 Mohon Tunggu...

(Kisahku sebagai ibu yang bekerja full time)


The Nanny...

Pembantu rumah tangga... pengasuh anak anak..

Sepertinya kebutuhan memiliki pengasuh itu wajib ada buat seorang ibu yg memiliki dua peran utama yaitu sebagai wanita pekerja dan ibu pastinya. Kebutuhan akan tenaga mereka sangat dirasakan penting. Sangat penting... Malah bisa membuat para ibu ini gundah gulana jikalau the nanny ini minta pulang atau nikah, atau apapun tindakannya, tetep bikin kita gundah..
Saya merasakan hal itu pula...ketika saya menjadi seorang working woman. Kenyamanan dengan adanya seorang pembantu itu luar biasaaa sekali. Makan tinggal makan, dan semua pekerjaan rumah tangga praktis sudah diselesaikan oleh pembantu rumah tangga  .... #asal bisa bikin puas aja si pembantu, dijamin betah.

Kehadiran si bibi....begitu memberi warna dalam kehidupan rumah tangga kami. Mengasuh anak anak kami dari usia kecil hingga sekarang selama 9 tahun, pastinya begitu banyak peristiwa suka dan duka yang kami alami.
Kalau dirinci sukanya hanyalah adanya kepastian bahwa anak anak ada yg mengasuh selama sang ibu bekerja, secara garis besar pengasuhan hanyalah memastikan anak anak terpenuhi kebutuhan fisiknya saja... camkan ya!!!... Other thing ..NO!!!!
Suka bagian kedua ... kami ayah ibunya sepulang bekerja  bisa langsung beristirahat kalau kami pulang kerja ..."atau intinya peran upik abu itu ga dilakukan oleh saya.Padahal setidaknya sayapun memiliki peran untuk memastikan rumah dalam keadaan nyaman ditempati oleh anak anak dan suami.


Saya...dulu ...
Sangat menikmati kebebasan saya terbebas dari kegiatan upik abu itu, yang sometimes membuat kita kumel, buat kita cape ga jelas, dan yaa, mana mungkin bisa  alone, atau travel  sana sini, belanja sana sini.. ... ... ..#terkesan ga niat yaa jadi ibu...but truly, saya bisa free like a bird, mengaktuliasasikan diri saya, menggali potensi saya sebagai wanita pekerja, dan yaaa... menambah penghasilan pastinya.
Kemudian, seiring waktu the nanny bekerja di rumah kami... makin lama , sang pengasuh itu makin merasa dirinya memiliki jasa luar biasa di rumah kami. Mulailah dia menuntut banyak hal, mengatur hidup anak anak kami, meminta perhatian lebih dari kita...dan terburuk selalu memberikan ancaman ancaman akan keluar dari rumah kita sambil mengucapkan.."ga ada saya , syukurin..susahhh..".....
Ehmmmmm... itu tuhhh dampak ketergantungan saya pada SOMEONE ELSE... and terlalu menikmati peran as a working woman, jadi sometime kita memberikan lebih pada si The Nanny.. (But, mungkin only happen at my home, pastinya lagi ga semua nanny memiliki sifat seperti nanny di rumah kami... )

Hal itu diungkapkan berkali kali...sejak the nanny bekerja di rumah menginjak  tahun ke 6....
Tau ga apa tindakan kami....
Kami hanya diam...
karena jujur bantuan tenaga the nanny itu dibutuhkan sangat, supaya sustainbilitas rumah kami terkait kemudahan kami mencari nafkah penghasilan menjadi lebih aman..... kebutuhan akan harta merubah kami , menutupi mata kami dan pemikiran akan pilihan lain.
Berkali kali dikomentarin keluarga, bahwa kami..#suamiistri... terlalu memanjakan the nanny, kami hanya tersenyum dan berpikir..."ini hal wajar kok, kan ini bentuk kerjasama mutualisme..saling menguntungkan kan...saya bisa mencari nafkah, beliau pun mendapatkan nafkah, dan akhirnya kami mendapatkan keuntungan di masing masing pihak"...
Kasus bertambah...
Hampir semua the nanny memiliki latar belakang pendidikan yg jauh dikatakan standar, tau donk...bahasanya ajib luar biasa. Sometimes diungkapkan secara vulgar, sehingga mau ga amau anak anak mendengar bahasa itu dan mempraktekannya...
And then...
Ikut campur dalam urusan pengasuhan anak anak..alias ikut nimbrung pola asuhan anak, menjadikan the nanny itu lebih memiliki power, sok mengaturrr gituhhhh, tanpa ada standar ..
Kemudian...
Ternyata berita apapun yg terjadi di rumah kami...juga dijadikan gunjingan para pembantu di komplek..wawwwww.. !!! Wajib dicatat, pertemua para The nanny itu dilakukan hampir tiap hari, dan yang menjadi topik pembicaraan adalah yang terjadi di rumah kita.. di rumah tangga kita..

Hati hati lhoooo, rahasia rumah tangga kita bisa dibocorkan dengan mudah oleh banyolan singkat, dimana para pembantu itu akan saling membandingkan satu majikan dengan majikan lain...
Hal sepele lhooo...seperti menu makanan, barang baru di rumah, jam berapa  kita bangun..dan bla bla bla dech...
So, Puncaknya... After 9 years..
1. Anak anak kenapa suka memarahi The Nanny... padahal jelas, kami selaku majikannya, tidak pernah sekalipun memarahi pembantu. Ternyata.. INI Versi putriku.. "The nanny memiliki kebiasaan berbohong, mengancam akan pulang, dll... sehingga anak anak menemukan ketidakjujuran di rumah kami lewat the Nanny"
2. Anak anak susah sekali diajak disiplin hal sepele.. seperti menyimpan baju cuci ke tempat pencucian, sulit sekali. .. £efek terbiasa dimanjakan oleh the nanny
3. Anak anak susah sekali diajak taat aturan... karena mereka memiliki pembela.. The nanny itu..
4. Pulsa telpon rumah jebol donk yaaa.. dan tidak mengaku menggunakannya.. heheh
5. dan yaaa... banyak hal lain yang membuat saya merasa gagal as a moms, sejak melihat anak anak sangat sulit dikontrol oleh saya.
JUJUR Nihhh...
Kehadirannya selama 9 tahun ini membuat kami bahagia, jelas bahagia..
1. Masakannya Luar Biasa.. enak sekali, terbukti anak anak saya sehat dan cukup "ndut".. terjamin akan keberadaan makanan
2. Kemampuan membersihkan rumah... jempolnya 4 dechhh.. No dust in our home, clean and.RAPI!!!
3. Rela untuk begadang saat malam hari terutama saat anak masih kecil dan sakit
4. Siap berkorban buat kita... contohnya ketika ada seorang pencuri mau masuk rumah, our Nanny kita siap beradu dengan goloknya... mantap kan
5. Membela anak anak kami disaat mereka bermasalah dengan teman teman di komplek rumah
6. Semua barang hingga mobil, pasti kinclong
7. dll... Kemampuan sebagai THE nanny sangat luar biasa.
But...
Dari sekian banyak hal positif, saya harus memastikan bahwa prioritas utama di rumah adalah anak anak terpenuhi BATHINNYA!!!... bahwa mereka harus dibesarkan dengan sentuhan ibu bapaknya... Bukan hanya fisik , namun Bathinnya..
And, kami harus mengajarkan nilai Kejujuran yang menjadi pangkal utama dalam menempuh hidup ini, yang saya yakin , hanya kami orang tuanya yang mampu mengajarkannya.
So..
Its time for me.. to say goodbye to The nanny...
Saatnya saya kembali kepada fitrah as a moms and wife..
dan Jasanya Beliau ga akan pernah kami lupakan.
Ini akan jadi titik balik kami dalam mengasuh anak anak hingga mereka mencapai gerbang sukses.
Dan titik balik buat saya belajar lebih baik sebagai ibu yang akan mendampingi mereka, dan pahala yang besar buat saya , karena full melayani seluruh keluarga dari tangan saya..
Bismillah...
Pilihan sudah ditetapkan, dan menjalaninya harus lebih kuat.
dan saya salut dengan ibu ibu pekerja yang setia bekerja dan sukses di karirnya tanpa the nanny , dan kebutuhan anak anak dan suami bisa dia penuhi... salutttt!!! Plusnya lagi, mengerjakan semua sendiri, ternyata bisa menjaga berat badan tetap ideal .. hehhe, ini nih yang jadi penyemangat, pahala, disayang anak anak, setia mendampingi suami, dicintai suami..NIKMAT apalagi yang lebih dari ini??? ...


Ga ada tuh...