Mohon tunggu...
Yani Handayani
Yani Handayani Mohon Tunggu... ibu rumah tangga -

Pemerhati

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kita Pulang Ya, Uthie...

25 Agustus 2017   14:57 Diperbarui: 25 Agustus 2017   15:39 661
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Inspiringingfuture.pt

Pagi ini begitu cerahnya, sinar matahari lembut menerobos jendela kamar rumah sakit tempat uthieku dirawat, tak terasa hampir 2 minggu beliau berada disana dengan selang infus dan oksigen yang menempel pada tubuh rentanya.

Iyaa, tak terasa sudah hampir setengah bulan uthie dirawat dan tiba tiba pagi ini ada berita gembira datang, uthie sudah diperbolehkan pulang.

Aahh...tapi mengapa beliau tidak gembira mendengar kabar itu..?

"Dok, boleh tidak saya pulangnya nunggu sehari atau dua hari lagi, kata uthie kepada Dr. Waluyo yang merawatnya."

Sang Dr pun tersenyum lalu duduk disebelah uthie sambil mengelus punggung tangan rentanya, menenangkan kecemasan dan gelisah uthie sembari memberi pengertian dengan kelembutannya.

Aku kagum dengan sikap Dr ini, ia tidak melihat pasiennya sebagai orang sakit yang hanya perlu obat tetapi lebih pada rasa kemanusiaan dan pemberi support yang menjadi prioritas utamanya.

Maafkan, kami uthie yang selama ini hanya menjadikanmu tahanan rumah tanpa sadar kami telah mengabaikan keberadaanmu, padahal disisi lain engkau pun memerlukan support dan perhatian anak anakmu, kami sadar rutinitas sering menjadikan kami robot robot Metropolitan, berangkat pagi pagi dan pulang menjelang malam.

Iyaaa, kami egois, kami tidak sadar dengan apa yang kami peroleh saat ini adalah hasil didikan  dan doa doa tulus darimu, yang menghantar kami menjadi seperti ini.

Mungkin benar, peribahasa "Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah".

keberatan uthie untuk pulang kerumah dan lebih kerasan tinggal di rumah sakit serta perhatian suster dan Dr yang merawatmu telah membuka mata kami, bahwa bukan hanya obat yang engkau butuhkan tetapi lebih pada perhatian kami yang mengkhawatirkanmu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun