Mohon tunggu...
Nurul Handayani
Nurul Handayani Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Blog Pribadi

Berkaryalah agar diingat sepanjang masa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Prinsip Ekonomi Islam Sebagai Pembangunan di Masa Pandemi

30 Juli 2021   06:48 Diperbarui: 30 Juli 2021   07:00 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dunia menjadi tempat bagi manusia dalam menjalankan kegiatan ekonomi baik skala kecil maupun besar. Perlu digaris bawahi bahwa ekonomi menjadi satu kesatuan dalam kehidupan manusia. Sehingga penting dalam mengembangkan ekonomi untuk kemaslahatan hidupnya. Adakah manusia yang bisa hidup tanpa kegiatan ekonomi?

Masyarakat Indonesia yang mayoritas agama Islam sangat diprihatinkan, jika kegiatan ekonominya tidak menggunakan sistem ekonomi Islam. Ekonomi Islam yang kegiatan ekonominya berlandaskan pada Al-Qur'an, Hadist, Ijma' dan qiyas. Dalam landasan tersebut sudah diatur untuk berekonomi yang berkah dunia akhirat dan tidak merugikan semuanya. Sehingga Prinsip Ekonomi Islam bisa menjadi pondasi yang kuat untuk menjalankan kegiatan ekonomi yang dapat dinikmati waktu panjang.

Pada masa pandemi banyak sekali sektor yang terdampak khususnya dalam sektor ekonomi. Banyak yang menjalankan kegiatan ekonomi yang merugikan dan tidak memperhatikan keberkahannya. Sebab itu Prinsip ekonomi Islam sangat cocok sebagai bangunan dalam menjalankan kegiatan ekonomi di masa pandemi. Dimana keberkahan dunia akhirat dan kemaslahatan sesama bisa di dapatkan.

Prinsip ekonomi Islam merupakan bangunan yang memiliki 5 dasar yaitu keimanan, keadilan, kenabian, pemerintah dan hasil. Kelima prinsip itu menjadi dasar yang tidak bisa terpisahkan, sebab saling berkaitan. Prinsip tersebut menjadi pondasi dalam pembangunan ekonomi yang menerapkan sistem syariah. Namun disisi lain perlu mengkaji sungguh-sungguh kelima prinsip tersebut, supaya tidak banyak kekeliruan dalam menerapkannya.

Prinsip ekonomi Islam yang pertama yaitu keimanan, Dimana dalam prinsip ini harus percaya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya titipan dari Allah. Sehingga harus memanfaatkan Sumber daya dengan baik dan sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Allah. Seperti Sumber daya yang ada di dalam bumi atau tanah harus diyakini bahwa itu salah satu titipan dari Allah untuk dimanfaatkan dan akan diperhitungkan diakhirat kelak. Jadi manusia harus menjaga dan memanfaatkan dengan baik yang sesuai dengan perintah Allah supaya menjadi berkah dunia dan Akhirat.

Prinsip ekonomi Islam yang kedua yaitu keadilan, Allah menciptakan segala sesuatu dengan adil tanpa membeda-bedakan makhluknya. Adil merupakan suatu sikap yang menempatkan sesuatu pada tempatnya tanpa membeda-bedakanya. Sehingga sebagai manusia perlu untuk bersikap adil khususnya dalam segi ekonomi, supaya tidak ada yang terdzalimi atau didzalimi.

Keadilan mampu menciptkan kesejahteraan dan pemerataan, sebab itu harta jangan hanya beredar pada orang kaya tapi juga pada yang membutuhkan. Tanpa keadilan manusia akan berlomba-lomba untuk mendapatkan harta yang lebih karena kerakusannya. Jadi Dimasa pandemi ini prinsip keadilan mampu untuk membangun ekonomi, seperti adil dalam memberikan bantuan modal dan subsidi bagi orang yang mampu.

Prinsip ekonomi Islam yang ketiga yaitu nubuwwah (kenabian), Allah menciptakan segala sesuatu itu tidak dibiarkan begitu saja, sehingga diutuslah para nabi dan Rosul untuk menyampaikan petunjuk kepada manusia. Dalam prinsip ini dianjurkan bagi manusia untuk meneladani sikap nya para Rosul dan Nabi untuk kehidupan sehari-hari khususnya dalam segi ekonomi.

 Seperti meneladani salah satu sifatnya Nabi Muhammad SAW dalam berniaga yaitu jujur. Dimana dengan jujur mampu mengembangkan ekonomi dimasa pandemi. Seperti tidak berbuat curang dalam berbisnis dan jujur menawarkan produknya serta jujur dalam mencari pendapatan.

Prinsip Ekonomi Islam yang keempat yaitu khalifah (pemimpin), Manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin dan pemakmur dimuka bumi ini. Pemerintah merupakan pemimpin dalam negara sehingga memeiliki peran, untuk menjamin perekonomian berjalan dengan baik dan tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak manusia. Pemerintah harus memiliki kebijakan yang jelas untuk membangun ekonomi di masa pandemi. Seperti mengontrol kegiatan ekonomi supaya tidak terjadi kecurangan dan monopoli yang beredar di masyarakat.

Prisip ekonomi Islam yang kelima yaitu hasil, dalam prinsip ini hasil merupakan suatu pencapaian yang diperoleh di dunia dan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Hidup manusia tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat, jadi apa yang ada didunia itu hanya sebuah titipan dan harus dipertanggung jawabkan nantinya khususnya di ekonomi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun