Mohon tunggu...
Yana Haudy
Yana Haudy Mohon Tunggu... Pemirsa dan Pembaca

Lahir di Jakarta pada masa Wapres Adam Malik. Menetap di Magelang saat masa ke-2 Wapres Jusuf Kalla.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Jilbab Dulu atau Akhlak Dulu?

15 Oktober 2019   14:55 Diperbarui: 15 Oktober 2019   15:10 134 0 0 Mohon Tunggu...

Sekarang hampir semua perempuan yang beragama Islam memakai jilbab sehingga kalau kita menemui perempuan yang tidak berjilbab kita cepat menduga bahwa dia bukan Islam.

Meski demikian banyak juga yang berjilbab hanya sesuai kondisi. Kalau ada pengajian atau acara formal mereka pakai jilbab. Tapi untuk kesehariannya (antar-jemput anak, belanja, jalan-jalan) tidak pakai.

Di sekolah-sekolah negeri kita jumpai semua siswa perempuannya pakai jilbab.

Memang tidak ada aturan yang mewajibkan murid perempuan memakai jilbab tapi anak yang tidak pakai jilbab akan merasa malu karena semua teman sekelasnya pakai. Mau tidak mau anak itu akhirnya pakai juga karena kuatir diledek kafir atau lainnya. Kalau begini murid non-Islam jadi kehilangan minat belajar di sekolah negeri karena tidak nyaman berada di sekolah yang "terlalu Islami". Padahal sekolah negeri harusnya milik semua agama, bukan?!

Hal yang sama terjadi pada seorang ibu. Semua ibu teman anaknya berkerudung maka dia pakai kerudung juga. Ini bagus karena muslimah memang harus menutup auratnya tapi akhirnya itu hanya keterpaksaan mengikuti trend, bukan kesadaran karena agama yang menyuruhnya.

Karena berbaju panjang dan berjilbab itu hanya sekedar trend maka kita menyaksikan tambah banyak perempuan berjilbab yang menipu, melakukan perundungan, membuat video mesum, merebut suami orang, bahkan membunuh. Belum lagi yang judes lidah (julid) dan di akun medsosnya banyak postingan caci-maki dan kata-kata yang "wow". 

Tapi itu tidak bisa dihindari karena tidak semua perempuan paham untuk apa auratnya harus ditutup. Bisa jadi hanya untuk menandakan kalau dia muslimah bukan wujud ketaatan pada Islam.

Apa kita mau jadi muslimah yang seperti itu? Tentu tidak, Esmeralda.

Pada waktu saya masih bocah dulu keadaannya tentu jauh berbeda. Boro-boro ada perempuan berjilbab yang kriminil, yang omongannya kasar saja hampir tidak  ada. Dulu perempuan yang berjilbab sudah pasti baik perilaku dan sopan tutur katanya. 

Pemahaman dan pengamalan agamanya juga sudah pasti lebih bagus dibanding yang tidak berjilbab, jadi meskipun kafir memang ada dalam Alquran, mereka tidak pernah menempeli teman yang beda agama dengan sebutan kafir.  Ya karena zaman dulu perempuan berjilbab sangat sedikit sehingga kualitasnya pun bagus.

Lain ladang lain belalang, lain dulu lain sekarang. Zaman berubah tapi ada hal-hal buruk yang sebetulnya bisa diminimalisir.
Contohnya, sebelum memaksa anak perempuan memakai jilbab, bisa saja orangtua membiasakan anaknya untuk berperilaku dan berkata yang baik-baik lebih dulu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN