Mohon tunggu...
Yana Haudy
Yana Haudy Mohon Tunggu... Istri petani, Ibu dua anak, Membantu orang-orang yang ingin menulis tapi tidak punya waktu menulis.

.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Empat Belas Tahun Jadi Guru Honorer dan Tetap Semangat

13 Agustus 2019   17:44 Diperbarui: 13 Agustus 2019   17:45 0 2 1 Mohon Tunggu...

Sekolah anak saya adalah salah satu sekolah dasar berlabel Sekolah Standar Nasional di Kabupaten Magelang. Maka dari itu murid-muridnya harus sukses lahir-batin, dunia-akhirat, dan terakhir, sejak diberlakukannya sistem zonasi, alumni SD ini diharapkan jadi bintang yang menyinari tempat dimana pun mereka bersekolah.

Dengan status sebagai Sekolah Standar Nasional sudah pasti sekolah ini punya cukup tenaga pengajar dan mereka antusias dalam mengajar dan bekerja.
Akan tetapi, beberapa dari guru yang antusias dan semangat dalam mengajar dan bekerja ini adalah guru honorer. 

Mereka dipekerjakan oleh sekolah karena permintaan akan guru PNS belum dipenuhi oleh pemerintah kabupaten. Bukan hanya sekali-dua kali sekolah mengajukan penambahan guru PNS, tapi sering dan berulang-ulang. Karena kebutuhan akan tenaga pengajar begitu besar, maka direkrutlah sarjana-sarjana pendidikan yang mengajar sebagai Guru Tidak Tetap.

Meskipun sama-sama antusias dan semangat, ada perbedaan antara guru PNS dan honorer. Guru PNS lebih percaya diri dalam mengajar dan disiplin terhadap aturan yang dibuatnya. Tidak ada tawar-menawar, ulangan ya ulangan, ganti seragam ya ganti seragam tidak ada alasan repot atau lupa bawa. Sementara guru honorer lebih luwes dan fleksibel terhadap murid-muridnya, juga lebih komunikatif terhadap orangtua murid.

Wali kelas anak saya sudah mengajar selama 14 tahun dan selama itu pula statusnya adalah honorer. Separuh gajinya berasal dari dana BOS, separuhnya lagi hasil iuran orangtua murid melalui komite sekolah.

Menurut saya, guru-guru honorer ini diangkat saja jadi PNS, toh mereka sudah belasan tahun mengajar di sekolah negeri. Artinya sudah pengalaman di dunia belajar-mengajar, mengerti manajemen sekolah, dan birokrasi.

Kenapa mereka harus diangkat jadi guru PNS? Ngabis-ngabisin duit negara saja, toh PNS banyak yang malas. Hmm, ini kan khusus guru. Alasannya :

  1. Sekolah negeri memerlukan guru yang berkualitas supaya duit rakyat itu digunakan untuk mencerdaskan rakyat sesuai Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945. Bukan berarti guru honorer tidak berkualitas, kalau jadi PNS mereka akan dapat pelatihan untuk meningkatkan ilmu dan kompetensinya sebagai guru. Kalau gurunya berkualitas diharapkan akan mencetak murid-murid yang berkualitas pula.
  2. Distribusi guru tidak merata. Guru-guru PNS cenderung "ngumpul" di kota-kota besar, sementara kota-kota kecil kekurangan guru hingga terpaksa merekrut guru honorer. Dengan dijadikannya guru honorer sebagai PNS maka kota-kota kecil pun punya guru PNS sama seperti di kota besar.
  3. Kesejahteraan guru lebih terjamin. Guru adalah salah satu profesi yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Bayangkan, mengajar belasan sampai puluhan anak dalam satu kelas itu susah. Ada beragam karakter anak dari latar belakang orangtua yang berbeda-beda. Bahkan guru-guru perempuan sering lupa pada anak mereka sendiri saking berdedikasinya mereka dalam mendidik anak-anak di sekolah. Sudah sepatutnya guru mendapat kesejahteraan yang setimpal.

Kok kesannya menggampangkan banget mengangkat guru honorer jadi PNS? Gak adil dong terhadap mereka yang susah payah ikut tes CPNS secara resmi?

Ya memang kesannya tidak adil, tapi ini urgent demi pemerataan kualitas pendidikan. Fasilitas sekolah di kota-kota kecil banyak yang masih jauh tertinggal dibanding di kota besar karena keterbatasan APBD. Kalau pemerataan guru tercapai dengan diangkatnya honorer menjadi PNS (sekarang bernama ASN-Aparatur Sipil Negara), minimal guru akan lebih kreatif menyiasati minimnya fasilitas di sekolah tanpa harus pusing menyiasati honornya yang minim.

Jangan anggap remeh kemampuan dan kompetensi guru honorer dalam mengajar. Contohnya wali kelas anak saya. Beliau sudah 14 tahun mengajar sebagai guru honorer, tapi semangatnya dalam mengajar, antusiasmenya terhadap anak murid, dan dedikasinya terhadap pendidikan tetap sama dari tahun ke tahun.