Mohon tunggu...
Yana aji
Yana aji Mohon Tunggu... @Yanaaji17

Lebih suka olahraga dan aktivitas fisik. Desain, Fashion dan lain lain hanya sambilan.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

2020 Nepotisme Hilang, Benarkah?

9 Februari 2020   21:05 Diperbarui: 10 Februari 2020   03:41 10 0 0 Mohon Tunggu...

Suatu ketika saya menonton acara talkshow yang sedang mewawancarai Seorang penulis, Stand Up comedian, Sutradara dan Youtuber terkenal Indonesia, dia berkata "di era informasi saat ini setiap orang punya kesempatan yang sama, sekarang banyak platform seperti social media, youtube yang bisa membuat lo terkenal, kalo karya lo bagus dan lo punya kompetensi pasti lo bakal dilirik". Perkataan itu membuat saya berpikir ada benarnya juga.

Sebelum terlalu jauh saya jelaskan nepotisme itu apa, nepotisme itu; kecendrungan untuk mengutamakan sanak saudara sendiri atau kerabat dekat terutama dalam pekerjaan, jabatan dan pangkat.

Atau ada juga istilah orang dalam, menurut saya yang masih bepikir bahwa untuk mendapatkan pekerjaan, jabatan yang diinginkan, menjadi actor atau yang lainnya masih membutuhkan orang dalam itu hanyalah orang-orang yang ingin mendapatkannya tapi sebenaranya tidak memiliki kompetensi.

Namun, Di era informasi saat ini setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkarya, orang biasa pun bisa asalkan kita mempunyai talenta, coba bayangkan jika anda seorang pimpinan perusahaan, atau sutradara film pasti anda ingin project anda mempunyai kualitas yang baik, dengan itu anda pasti ingin mempekerjakan orang-orang yang punya talenta atau orang-orang yang mempunyai kompetensi agar project yang anda hasilkan sesuai yang diingkan buka  begitu.

Dan juga, Informasi sangat mudah diakses saat ini, informasi menjadi lebih transparan dari berbagai institusi maupun lembaga swasta karena telah terjadi perubahan landscape yang bermula dari konvensial menjadi berbasis aplikasi dan itu memudahkan bagi siapa saja untuk mengakses informasi. Bukankah dengan fakta saat ini seharusnya Nepotisme itu seharusnya tidak ada lagi.

Tinggal pertanyaanya adalah kita mempunyai koompetensi atau tidak. Karena yang saya katakan diatas "hanya orang yang tidak punya kompetensi yang masih berpikir membutuhkan orang dalam, yang ada sebenarnya ialah kita yang belum memiliki kompetensi" karena di era sekarang siapapun bisa menjadi apapun yang kita inginkan. (@Yanaaji17)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x