Mohon tunggu...
Yan veraosmana
Yan veraosmana Mohon Tunggu... Wiraswasta - Glang-Glong Swasta
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Praktisi Ngerokok lan Ngopi

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Bapakmu Sudah Bau Tanah Nak!!

5 November 2022   17:56 Diperbarui: 7 November 2022   05:23 220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bapak Sudah Bau Tanah Nak!!!

Fase bapak mu ini, bisa dikata sudah memasuki dipuncak umur nak, tapi bapak mu adalah orang yang merugi. Karena sudah sebau tanah ini, tak punya tabungan buat kelak hidup diakherat. Padahal sisa hidup bapak semakin pendek, tapi hasrat duniawi bapak masih tinggi.

Terkadang bapak mu ini, hanya bisa terisak saat mengingat itu, tapi bapak berupaya terus mencoba semampu bapak. Untuk menjalankan segala perintahnya, seraya mengutamakan rasa syukur dengan apa pun yang bapak punya dan miliki, semisal mau makan ini itu, selagi halal nan sehat ya tak makan meskipun ala kadarnya. 

Dan yang boleh pakai ya tak pakai, sekarang mau beli apapun semampu bapakmu, tidak seperti dulu lagi. Sekarang bapak mu sudah lelah, dan tak mau lagi dipaksakan oleh hasrat duniawi. Bapak mu mulai detik ini, harus lebih fokus memberi kepada sesama semampu bapak. Dan selalu berbagi kesesama sebisa bapakmu.

Karena bapak baru sadar, ternyata semua yang bapak miliki tidak bisa dibawa ke alam kubur, dan semuanya pasti untuk kalian semua anak ku. "Mulai dari sekarang, mari nikmatilah hidup ini dengan rasa syukur. Bersama pasangan, bersama keluarga sesuai tuntunan agama". Begitu anak ku.

Sadar atau pun tidak, umur bapak tiap hari selalu berkurang. Yang mana kalau bapak lewati hari ini secara bahagia, pastilah bapak dikatagorikan orang yang sangat beruntung. Makanya mulai hari ini detik ini, bapak berjanji akan selalu berbuat baik kepada siapapun. Dan selalu mengucap syukur. "Karena bapak tak tahu, kapan bapak akan dipanggil untuk menghadap illahi". Hehheheheh

Ya, bagaimana pun juga waktu ini cepat berlalu, dan hidup itu sangat singkat serta susah. Kalau bapak selalu  membandingkan ke atas, bapak pasti akan selalu merasa kurang dan terus kurang. 

Dan kalau bapak mu membandingkan ke bawah, bapak pastik akan selalu merasa paling diatas semuanya tentunya berakibat sombong. " Memang merasa cukup dan mensyukuri apa yang kita punya, itu sangat susah. Karena orang seperti bapak mu ini, selalu kebanyakan menakar kebahagian dari segi harta bukan dari segi syukur". Ah bodohnya bapakmu ini nak.

Ternyata, harta, kekayaan, pangkat, kedudukan, kehormatan. Semua itu hanyalah titipan illahi, kalau pun diambil pemiliknya. Bapak tak bisa apa-apa tak bisa berbuat apa-apa. Kini yang terpenting bagi bapak, adalah Perilaku Baik dan sentiasa berbagi kepada orang yang membutuhkan, terus mulai menghindari perbuatan tercela.

"Bapak pun, mulai menghindari perbuatan menyakiti hati orang lain. Dan mulai fokus pada hidup sehat baik jiwa dan raga". Hehehhe

Kesehatan bapak diumur setua ini, merupakan hal utama. Dan modal utama dalam menikmati kebahagiaan hidup sesuai perintah agama biar kelak hidup bersama disisi tuhan. " Bapak pun, harus memulai mengajari mu, adikmu dan kakak mu yang tengah beranjak dewasa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun