Mohon tunggu...
Munir Sara
Munir Sara Mohon Tunggu... Yakin Usaha Sampai

Menulis adalah cara kami dari seberang Timur meraba-raba separoh dinamika di negeri ini. Anak pesisir dari Timur-NTT. Menulis untuk memuaskan diri saja, meski baru memulai. Lebih suka mendengar daripada banyak bicara. Menulis sebatas cara mengecap cita rasa keindonesiaan. Karena kompasiana ini miniatur Indonesia. Kontak : 081212450014

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menjadi Kanan, Kiri, atau Tengah?

25 Agustus 2020   23:43 Diperbarui: 26 Agustus 2020   08:45 59 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjadi Kanan, Kiri, atau Tengah?
Sumber : Dreamstime.com

Menurut saya bipolar sosial kiri atau kanan, dan berbagai reduksi atas pranata sosial masyarakat terkaitnya sudah tidak relevan. Dalam pendekatan bidang apapun.

Pendekatan yang sifatnya bipolar, mementumnya pada era 70-an sd 80-an, kala tumbuh suburnya politik aliran. Kampanye dan pembelahan dimaksud tengah bergeser ke "soscial and politics issues explosion" yang luas. Mendiaspora

Berbagai buku seperti Giddens tentang "Beyond Left and Right" adalah pendekatan terhadap social and politics explosion issues dimaksud. Demikianpun di Indonesia, seperti dalam buku Gelombang Ketiga-nya Anis Matta.

Simplifikasi atas polarisasi sosial politik, tak relevan lagi pada jualan kiri atau kanan, dan pelbagai bentuk polarisasi. Termasuk yang memilih diantara kiri atau kanan. Polarisasi dan diferensiasi, terdiaspora pada gelombang sosial politik yang multiplayer dan accepted di berbagai segemen dan keadaan

Social issues menjadi terdiaspora ke dalam kekinian-kekinian yang begitu cepat, misalnya terkait feminisme moderen atau isu-isu gender kontemporer, atau terkait pertumbuhan kelas menengah baru yang explosive beserta kecenderungan-kecenderungan sosial politiknya.

Ataupun mereka yang terpinggirkan atau menjadi miskin secara struktural dan kultural akibat berada di luar percepatan revolusi informasi dan jauh tertinggal dari infrastruktur informasi. Pasca pandemi Covid-19, kepenguasaan  terhadap infrastruktur informasi digital, akan membentuk pranata baru kehidupan sosial politik kita, berikut prilaku politiknya.  

Konstruksi dan taksonomi sosial, politik dan ekonomi masyarakat, tengah menjurus pada bentuk-bentuk baru yang berubah secara terus menerus seiring revolusi informasi digital diamaksud.

Ataupun "Global Demand" yang tengah menjurus pada Internet of Things. Membentuk metapolitik dan metaekonomi dalam pelbagai derivasinya hingga ke implikasi sosialnya.

Informasi mainstream tidak lagi menyentuh detail-detalnya. Semua serba clickbaith. Yang penting judul. Terjadi sangat cepat dan singkat. Products image bisa rusak dalam seketika. Baik di ranah sosial,.ekonomi dan politik.

Masyarakat dunia atas dasar internet of things itu kemudian perlahan-lahan menyadari tentang otentetisitas dan karakter. Dalam gelombang sosial politik, kelompok ini tegah mengalami revivalisme dalam bentuk dan polanya yang lebih besar.

Kanan atau kiri, atau diantaranya, tak lagi relevan. Diaspora masyarakat moderen, tengah bergerak cepat mengarah pada nilai-nilai barunya. Termasuk mereka yang mulai menyadari, pentingnya otentisitas dan karakter. Ledakan gelombang baru, sebagai titik jenuh dunia image yang hyperrealistik..

VIDEO PILIHAN