Mohon tunggu...
yahya rudyhartono
yahya rudyhartono Mohon Tunggu... PENDIDIK

AKU SEORANG GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 1 PANDAAN PASURUAN PROPINSI JAWA TIMUR. TUJUAN HIDUPKU ADALAH BERGUNA BAGI SESAMA MANUSIA TERUS BELAJAR DAN BERBAGI KARENA HIDUPKU SESUNGGUHNYA ADALAH MILIK ALLAH SWT.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Memanusiakan Peserta Didik

21 Oktober 2019   15:27 Diperbarui: 21 Oktober 2019   15:34 0 0 0 Mohon Tunggu...

pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (undang-undang pendidikan nasional no. 20 pasal 1 ayat 1). 

Jelas bunyi kalimat dalam UU SISDIKNAS tersebut, artinya sekolah formal yang merupakan salah satu tempat bagi generasi muda penerus pembangunan Negara Indonesia mencari ilmu wajib memberikan pendidikan secara utuh. apa maksud pendidikan secara utuh tersebut? pendidikan secara utuh menyangkut pengembangan potensi diri dari masing-masing peserta didik dengan tujuan agar dapat bertahan hidup untuk dirinya sendiri dan untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

yang perlu diperhatikan oleh kita semua khususnya bagi para guru dan orang tua bahwa pendidikan itu bukan sekadar pintar dan tuntas akademik saja. maksud pemerintah dan para ahli yang menurunkan peraturan dan turunannya sudah benar, namun dilapangan terjadi kekurang pahaman dari pelaku dalam pendidikan formal sehingga yang utama adalah pencapaian akademiknya. bukan salah para petugas lapangan pada lembaga pendidikan formal namun dikarenakan beberapa hal. 

1) setelah peraturan dan turunannya serta kurikulum yang diterbitkan pemerintah pusat diturunkan ke daerah ada yang bias, apa yang membuat bias? kemungkinan hal ini terjadi karena faktor kompetisi yang terjadi sehingga antara satu daerah dengan daerah lain para pemimpinnya khususnya dalam hal ini dinas pendidikan masing-masing daerah memiliki semangat menggebu-gebu untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional akhirnya menyebabkan kekurang tepatan aplikasi dari yang seharusnya. tidak bisa dipungkiri bahwa persaingan antar daerah cukup sengit memang persaingan ini diperlukan untuk percepatan pembenahan kualitas pendidikan di Indonesia namun apabila tidak dilakukan pengawasan ketat oleh pemerintah pusat yang membidanginya dan para ahli yang merumuskan maka akan merusak generasi muda pengisi pembangunan Negara Indonesia. 

kenapa petugas lapangan dibawah belum dapat menjalankan program secara utuh? karena petugas di lapangan mendapatkan tuntutan dari atasan-atasannya. gubernur meminta kepada kepala dinas pendidikan provinsi agar pendidikan didaerahnya menjadi yang nomor 1 unggul begitu juga selanjutnya kepala dinas pendidikan provinsi menginstruksikan kepada kepala cabang dinas pendidikan kabupaten/kota dan kepala dinas kabupaten/kota selanjutnya para kepala dinas menginstruksikan kepada para kepala sekolah dan selanjutnya kepala sekolah dengan berbagai macam programnya menginstruksikan kepada guru-guru pengajar disekolah untuk berbuat yang terbaik. 

hal-hal tersebut wajar sebenanrnya, namun pada akhirnya terjadi juga ketidaktepatan pendidikan pada pelaksanaannya kenapa karena banyak sekolah yang hanya menomorsatukan akademik sehingga ranah lain seperti sikap/perilaku dan kompetensi lain seperti bakat yang dimiliki peserta didik justru kurang diperhatikan. kenapa bisa terjadi seperti itu? karena hal yang paling mudah untuk dilihat dan dijadikan acuan adalah nilai akademik maka tidak salah kalau petugas dilapangan menomorsatukan akademik. 

hal inilah yang sebenarnya mulai saat ini harus diperbaiki namun perlu pembahasan optimal dan matang dalam menyiapkan strategi untuk pembenahan pendidikan ini. jujur itu sulit tetapi kejujuran akan mengantarkan pada keberhasilan yang sesungguhnya, kapan kejujuran akan menjadi penting dan harus mulai dari mana sikap dan sifat jujur dimulai? jika tidak dapat mengajak banyak orang cukuplah dimulai dari diri sendiri. akan saya lanjutkan pada pembahasan selanjutnya. salam semangat Indonesia jaya