Balap

Marquez Memang Raja Sachsenring!

16 Juli 2018   17:37 Diperbarui: 16 Juli 2018   17:40 695 3 2
Marquez Memang Raja Sachsenring!
Marc Marquez, sumber : Tips Juara

Angka keramat "9" menjadi berkah bagi Marquez untuk menaklukkan race MotoGP Sachsenring Jerman 2018. Pemilik nomor 93 itu menorehkan rekor memenangkan 9 kali MotoGP Sachsenring (berbagai kelas) dari 9 kali pole di seri ke-9 musim ini. Race kemarin juga merupakan race ke-99 dari Marquez selama berkecimpung di balapan MotoGP.

Dalam balapan itu, Marquez hanya meng-overtake dua orang pembalap saja, yang juga merupakan penunggang Desmosedici, yaitu pembalap bernomor "9" (Danilo Petrucci) dan pembalap bernomor "99" (Jorge Lorenzo) untuk kemudian menahbiskan gelar SachsenKing!  Sensasional!

Semua juga tahu kalau Marquez adalah raja Sachsenring selama ini. Akan tetapi kebangkitan Lorenzo dengan "tangki ajaibnya" ditengarai akan mampu memberikan tekanan kepada Marquez. Hal itu memang dibuktikan Lorenzo di awal balapan.

Lorenzo menjadi satu-satunya pembalap yang menggunakan ban depan slick soft, sedangkan belakang memakai slick medium. Seperti sudah diduga, Lorenzo langsung ngacir begitu lampu start dinyalakan.

Koentji kebangkitan Lorenzo selama ini terletak pada manajemen/pemilihan ban, bukan pada desain tangki Desmosedici! Karakteristik ban Michelin 2018 ini memang sedikit aneh. Ban soft terkadang durability-nya hampir tak berbeda dengan ban hard. Apalagi kalau karakter pembalapnya seperti Lorenzo yang gaya membalapnya halus pisan. Akhirnya umur ban pun menjadi lebih Panjang, dengan race pace (kecepatan) masih monggo untuk digeber.

Akan tetapi ternyata "petahana Sachsenring" itu telah belajar banyak mengenai karakteristik ban Michelin 2018 ini. Marquez kemudian mencoba berbagai kombinasi ban selama sesi Latihan Bebas. Akhirnya Marquez menjatuhkan pilihannya untuk ban depan Marquez memilih slick hard, sedangkan belakang memakai slick soft. Ternyata pilihannya itu memang sangat djitoe...

***

Ketika race dimulai, Lorenzo langsung memimpin jalannya balapan diikuti oleh Petrucci, Marquez, dan duet Yamaha, Rossi dan Vinales. Pada lap ke-5, Marquez melakukan overtake terhadap Petrucci untuk naik ke posisi 2, dan langsung mengincar Lorenzo yang berada di depannya. Tak lama kemudian Alex Rins dan Pol Espargaro crash. Lap berikutnya Nakagami mengalami crash juga.

Lap ke-8, Marquez melakukan tekanan terhadap Lorenzo, sementara Rossi menekan Petrucci. Satu lap kemudian Rossi berhasil melewati Petrucci di tikungan T1. Kini Rossi naik ke posisi 3. Lap berikutnya Crutchlow crash di T12 untuk menemani sohibnya, Nakagami.

Lap ke-12 Rossi mulai mendekati Lorenzo- Marquez. Dua lap berikutnya Marquez berhasil melewati Lorenzo untuk memimpin balapan. Kini Rossi mencoba menekan Lorenzo. Dua lap kemudian Rossi berhasil melewati Lorenzo untuk mengunci posisi 2.

Lorenzo yang tak rela dimadu, eh diasapi Rossi, balik mencoba merebut posisi 2 kembali. Lorenzo mencoba melakukan late braking di T1 Lap ke-19 tersebut, namun tidak berhasil. Rossi tetap konsisten mempertahankan racing line-nya. Dua kali percobaan gagal Lorenzo, membuatnya memasrahkan posisi 2 dalam pelukan Rossi...

Kini Rossi aman dari ancaman Lorenzo. Kini dia bahkan berjarak hanya 0,4 detik saja dari Marquez! Kini fans Marquez ketar-ketir merapal doa, sementara fans Rossi ketar-ketir membaca doa juga Tampaknya kompon ban belakang soft Marquez mulai aus, membuat laptime-nya drop! Rossi kemudian mulai menambah pace...

Ternyata ketar-ketir fans itu hanya sementara saja! Marquez kemudian mulai menambah pace juga. Interval 0,4 detik itu kemudian berubah menjadi 1,8 detik pada lap ke-24, kemudian menjadi 2,4 detik pada lap ke-26!

Melihat Marquez ngacir, Rossi dengan tersipu malu kemudian  mengendurkan tali gas-nya. Apalagi Lorenzo terlihat jauh di pelupuk mata. Akhhhh... penonton kena "PHP..."

Sebenarnya hanya 3 lap saja (20-22) Marquez ngebejek Honda RC213V-nya. Setelah itu laptime Marquez mulai drop. Akan tetapi Rossi yang tadinya sempat terkena "PHP," tidak mau mengambil resiko dengan kompon ban-nya yang mulai tipis itu. Rossi kemudian fokus untuk mempertahankan posisi 2. Laptime Rossi kemudian drop juga mengikuti Marquez...

Kini posisi Marquez dan Rossi terlihat aman. tetapi sebaliknya dengan Lorenzo! Lorenzo yang terlihat kepayahan dengan ban soft-nya, kemudian berhasil dilewati Petrucci pada lap ke-26. Kini Vinales kemudian mulai menekan Lorenzo dari belakang.

Satu lap kemudian Vinales berhasil melewati Lorenzo, dan mulai mengincar podium Petrucci. Dua lap kemudian Vinales dengan mudahnya berhasil mengunci podium 3, setelah berhasil melewati Petrucci di tikungan T4. Kredit poin tersendiri layak  diberikan kepada Vinales yang memulai balapan dengan terseok-seok.

Ini memang menjadi problem klasik Yamaha yang belum dapat menemukan solusi, mengapa motor Vinales ini terasa lambat di awal race, untuk kemudian membaik menjelang akhir balapan. Kondisi ini jelas saja membuat Vinales yang sudah lama puasa gelar ini menjadi sewot.

Semoga Yamaha Movistar bisa menemukan solusi baik dalam Summer break hampir sebulan ini.

Bravo buat Marquez. Bravo juga buat duet pembalap Yamaha Movistar yang gagah berani, Rossi dan Vinales....