Bola Pilihan

Kroasia Menjemput Rindu, Inggris Melepas Angan

12 Juli 2018   17:41 Diperbarui: 12 Juli 2018   17:53 949 2 1
Kroasia Menjemput Rindu, Inggris Melepas Angan
Kroasia Kalahkan Inggris, sumber sport.detik.com

Setelah melalui babak perpanjangan waktu yang melelahkan, Kroasia akhirnya berhasil mengenyahkan Inggris demi sebuah rindu yang sudah lama terpendam dalam sanubari mereka...

Dua puluh tahun yang lalu Kroasia tersingkir secara menyakitkan pada babak semi final Piala Dunia 1998 dari tuan rumah yang kemudian menjadi juara, Prancis.

Namun kemudian Kroasia berhasil bangkit kembali degan mengalahkan Belanda untuk merengkuh kampiun nomer tiga...

Dua puluh tahun lalu kampiun nomer tiga sudah didapat. Lalu kemudian Vatreni (julukan timnas Kroasia) merindukan kampiun nomer satu!

Rindu yang tertahan selama dua puluh tahun itu kemudian berbuah manis ketika Mario Mandzukic berhasil merobek ketangguhan gawang Jordan Pickford di menit 109 perpanjangan waktu, dikala raga para pemain Kroasia sudah sangat melemah... Kroasia pun akhirnya melangkah ke final untuk bersua dengan "mimpi buruk dua puluh tahun silam..."

Adakah rindu yang melebihi rindu untuk menuntaskan sebuah dendam lama..?

Perjuangan itu sangat berat teman... Vatreni adalah tim pertama di Piala Dunia 2018 yanglolos ke babak berikutnya setelah melalui tiga pertandingan yang melewati perpanjangan waktu!

Vatreni juga adalah tim pertama di Piala Dunia 2018 yang selalu terhindar dari kekalahan setelah tertinggal lebih dahulu dalam tiga laga di fase knock-out!

Statistik diatas menunjukkan betapa beratnya perjuangan Kroasia untuk menuntaskan rindu yang tertahan selama dua puluh tahun tersebut.

Kini setelah melangkah ke babak final, pertanyaan besar kemudian terngiang di telinga. Mampu kah Kroasia untuk memperpanjang rekor statistik mereka diatas tadi?

Dalam tiga fase knock-out (melawan Denmark, Rusia dan Inggris) Kroasia selalu tertinggal lebih dahulu untuk kemudian comeback memenangkan pertandingan. Kroasia dalam fase gugur Piala Dunia 2018 ini adalah tim yang "terlambat panas," dimana mereka selalu mencetak gol kemenangan setelah sebelumnya tertinggal terlebih dahulu oleh gol lawan..

Dalam babak final nanti, Prancis yang "sangat teknikal" itu pasti akan berusaha untuk mencari gol cepat terlebih dahulu, baru kemudian berjuang untuk "mengamankan" hasil. Skenario ini mirip dengan pertandingan Prancis-Belgia pada babak semi-final sebelumnya.

Mungkin kah Kroasia berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang berhasil menang setelah tertinggal lebih dahulu dalam empat laga knock-out yang dijalaninya?

Waktu kelak yang akan menjawabnya. Akankah rindu itu kelak berbuah manis atau menuai nestapa...

***

Adakah yang lebih Inggris daripada sepakbola Inggris?

Menurut orang Inggris sepakbola itu berasal dari Inggris. Itulah sebabnya para "bloody naive" itu mengangankan untuk membawa sepakbola yang kini singgah di Rusia itu untuk dibawa pulang kembali ke tanah Inggris. Mereka menyebutnya Football's Coming Home...

Namun kenyataannya, angan tinggal angan... Football's far away from home. Atau pesepak bola Inggris coming home without football karena trofinya sedang diperebutkan oleh Prancis dan Kroasia dalam sebuah pertandingan final bertajuk, "menjemput sebuah rindu..."

Adakah yang lebih "nyesek" daripada menonton English gentlemen bermain sepakbola?

Inggris selalu memulai pertandingan dengan meyakinkan untuk kemudian berakhir dengan kengerian! Penggemar yang menonton pertandingan-pertandingan Inggris pasti jantungnya empot-empotan sebelum wasit meniup peluit berakhirnya pertandingan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2