Mohon tunggu...
Yadi Antorudin
Yadi Antorudin Mohon Tunggu... Guru - Tenaga Pendidik

saya memiliki kepribadian yang suka akan tantangan

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pentingnya Pembiasaan K3 dan Budaya Kerja Industri di SMK

16 November 2022   17:19 Diperbarui: 16 November 2022   17:25 1846
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kegiatan yang harus selalu diutamakan dalam kegiatan apapun, baik praktik maupun kegiatan lainnya. Dalam dunia industri pun K3 ini sangat ditekankan karena hal tersebut sangat penting demi keselamatan para pekerja, alat, bahan baku dan juga lingkungan. 

Oleh karena itu pembiasaan K3 harus diterapkan sejak dini dan dimulai dari bangku sekolah menengah kejuruan dengan harapan K3 menjadi kebiasaan peserta didik untuk kedepannya di dunia industri. 

Adapun pembiasaan penggunaan K3 ini diantaranya : Pemakaian Helm Kerja, sepatu Safety, Baju kerja dan juga peralatan K3 lain yang mendukung keselamatan kerja. Kebanyakan kecelakaan kerja yang terjadi diakibatkan oleh factor manusia / pekerja, sehingga diharapkan dengan adanya pembiasaan K3 ditingkat sekolah kecelakaan kerja bisa diminimalisir atau mungkin bisa dihilangkan karena di tingkat sekolah menengah kejuruan.

K3 ini menjadi pelajaran penting dan sangat ditekankan supaya peserta didik terbiasa untuk menggunakan alat K3 dan dengan adanya pelajaran tentang K3 peserta didik bisa menganalisa sebab akibat dari kecelakaan kerja yang akan terjadi sebelum mereka melakukan suatu pekerjaan.

Selain pembiasaan K3, di tingkat SMK pun saat ini sudah mulai diterapkan Budaya Kerja Industri seperti pembiasaan 5K, 3S, 3M dan Horenso. Adapun 5K tersebut yaitu Ketelitian, Kerapihan, Kebersihan, Kesegaran dan Kedisiplinan. 

5K ini menjadi slogan penting yang harus peserta didik terapkan dalam kegiatan praktik dengan tujuan lingkungan / bengkel tempat mereka bekerja selalu terjaga dengan rapi, peralatan yang mereka pakai selalu terjaga dengan baik dan yang paling penting menjaga agar bahaya yang menyebabkan kecelakaan di lingkungan kerja hilang.

Lalu untuk pembiasaan 3S yaitu Senyum, Salam dan Sapa diharapkan peserta didik memiliki sikap serta sopan santun yang baik karena sepintar apapun, setinggi apapun skill yang mereka punya jika sikap dan sopan santunnya tidak mencerminkan seorang pelajar semuanya dirasa percuma. 

Pembiasaan 3M yaitu Muda (Pemborosan), Mura (Tidak teratur), Muri (Berlebihan) diharapkan peserta didik memiliki sikap kerja yang tidak melakukan sesuatu hal yang mengakibatkan semuanya sia-sia misalnya waktu, langkah kerja dan tingkah laku yang dirasa kurang perlu.

 Dan pembiasaan terakhir yaitu Horenso yang merupakan singkatan dari Hokoku (Melaporkan), Renraku (Menginformasikan) dan Sodan (Konsultasi).

 Dengan adanya pembiasaan ini diharapkan peserta didik memiliki kebiasaan untuk selalu melaporkan, menginformasikan dan konsultasi tentang masalah apapun yang sekiranya pembimbing dalam praktik (sekolah) atau atasan (perusahaan) bisa mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, kesulitan atau kecelakaan kerja yang sekiranya sudah terjadi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun