Mohon tunggu...
May Lee
May Lee Mohon Tunggu... Guru - Just an ordinary woman who loves to write

Just an ordinary woman who loves to write

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

[Novel] A Winter Story [25]

20 Desember 2020   20:18 Diperbarui: 20 Desember 2020   20:35 159
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

"Tapi appa tidak pernah bohong pada Yoonsung. Keun aboji jangan berbohong juga."

"Keun aboji tidak berbohong, Yoonsung."

"Lalu mengapa appa harus berbohong pada Yoonsung? Mengapa membohongi Yoonsung untuk menunggu mereka disini?" tanya Yoonsung dengan pandangan kosong.

"Appamu bukan mau berbohong, Yoonsung. Tapi dia tidak bisa memenuhi janjinya. Appa dan eommamu... sudah meninggal."

Apa itu meninggal? Yoonsung sudah belajar tentang itu di sekolah, bahkan dia sudah pernah melihat kura-kura kesayangannya peliharaan sekolah yang mati. Mati dan meninggal... menurut guru Yoonsung, kedua kata itu artinya sama. Kura-kura yang mati itu, tidak akan bisa bergerak lagi, tidak bisa bermain dengan Yoonsung lagi, dan mereka pergi menguburkan kura-kura itu bersama-sama keesokan harinya. Lalu apa yang terjadi dengan ayah dan ibunya? Mereka tidak bisa menemani Yoonsung lagi? Yoonsung harus menguburkan mereka juga?

"TIDAK! KEUN ABOJI BOHONG!"

"Yoonsung, keun aboji tidak akan berbohong..."

"TIDAAAAAAK! APPA! EOMMA!"

"Sekretaris Jung! Bantu aku!"

Butuh tenaga kuat dari Sekretaris Jung yang datang ke lokasi beberapa menit setelah Sangwook meneleponnya, untuk mengangkat tubuh kecil Yoonsung yang memberontak sekuat tenaga ke bahunya dan mengangkatnya menuju mobil. Yoonsung terus meronta, berteriak dan menangis dengan sangat kencang, dan Sangwook berusaha terus memeluknya di sepanjang perjalanan pulang menuju rumah Sangwook. Saat itu sudah jam 3 dini hari, Sangwook sangat khawatir teriakan Yoonsung akan membangunkan Kyungju. Tapi ketika diangkat keluar dari mobil, Yoonsung tak lagi menjerit, namun suara tangisannya masih cukup kencang. Sangwook menghela nafas panjang dan menghapus air matanya sendiri setelah dia menempatkan Yoonsung untuk duduk di sofa rumahnya. Kyungju benar-benar terbangun. Dia berjalan perlahan keluar dari kamarnya, masih memakai piyamanya dengan lengkap sambil menggosok matanya. Dia memandang Yoonsung tidak percaya karena kehadirannya di rumahnya pada dini hari rasanya tidak masuk akal. Dan yang membuat Kyungju lebih bingung, dia tidak pernah melihat Yoonsung menangis begitu keras semenjak mereka berdua terjatuh dari sepeda roda dua pertama mereka dua tahun yang lalu.

"Yoonsung? Appa, ada apa dengan Yoonsung?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun