Mohon tunggu...
Zee PeGe 0,5
Zee PeGe 0,5 Mohon Tunggu...

zee ohm

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Cerutumu Masih Berujung Merah

22 Februari 2014   16:48 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:34 0 6 6 Mohon Tunggu...

kerak-kerak senja tak urung lesap terbuai adzan cerutumu masih berujung merah ketika kau menanyakan kabarku wajahku memerah dengan dada yang sesak tak bisa ku jabarkan, sesak itu karena mulutmu yang berasap atau malah karena tanyamu

diam-diam ku lirik api yang selalu kau bawa, tidak kah kau mengerti aku ingin menyiapkan api untukmu kau tak pernah bertanya, dan aku dililit sungkan tawaranku terbunuh remang senja, apiku untukmu memanas di telapakku

"rokok adalah budaya wong cilik, marginal, kesederhanaan desa"

tuturmu itu membuatku tersenyum, meski apiku tak pernah kau tahu ada hal yang kelak akan ku ingat darimu

"cerutumu masih berujung merah"

Februari 2014

KONTEN MENARIK LAINNYA
x