Mohon tunggu...
Teguh Hariawan
Teguh Hariawan Mohon Tunggu... Guru

Guru Fisika Pecinta Sejarah. Blusuker dan menulis yang di Blusuki. Content Writer. "Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang " : (Nancy K Florida)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Stop! Situs Purbakala Bukan Tempat Cari Pesugihan

12 Juli 2016   18:49 Diperbarui: 13 Juli 2016   04:12 0 15 10 Mohon Tunggu...
Stop! Situs Purbakala Bukan Tempat Cari Pesugihan
Kolam Candi Penataran, penuh ikan dan uang logam. Dinding kolam berderet relief cerita.

Mendung bergelayut di atas Candi Penataran, Nglegok, Blitar.  Pengunjung yang melimpah jadi betah berlama-lama memenuhi hampir seluruh penjuru dan pelataran  kompleks candi terbesar dan terluas di Jawa Timur ini. Maklum lagi libur lebaran. Ada yang bercengkerama. Ada yang sekedar duduk-duduk  di batu candi. 

Banyak pula rombongan keluarga yang mengitari  setiap sudut pelataran candi. Pastinya, ajang selfi tak pernah terlewatkan. Padahal, jika tidak mendung, sengatan mentari pasti akan  membuat pengunjung segera menepi. Berlindung dibalik rimbun-rimbun. Terpaan matahari dan sumuknya Blitar kadang tidak bisa kompromi.

Saya pun demikian. Mumpung lagi mendung, berlama-lama saya sendirian berjalan ke sana kemari. Mencoba menikmati karya para silpin (pembuat candi) jaman klasik yang terhampar di kaki Gunung Kelud ini. Nampak, ada bekas pondasi bangunan pendopo (bale). Umpak-umpak batu yang tertata rapi. Ada arca-arca penjaga pembawa gada. Ada pula arca-arca perwujudan. Yang kaya makna tentu saja deretan relief di dinding candi yang entah apa ceritanya.

Saya memotret candi kecil berukir ular naga di tubuh candinya. Tak mau kalah, sayapun naik turun Candi Penataran, candi berteras tiga yang dindingnya dihias ornamen dan panil relief  yang luar biasa indah. Termasuk pula sebuah prasasti batu yang diberi cungkup yang menurut para ahli epigrafi, banyak memuat riwayat dan silsilah pembangun  Candi Palah, nama kuno Candi Penataran. (Terpesona Keelokan Candi Penataran, artikel lanjutannya)Lempar Koin di Kolam Berelief

Akhirnya, langkah kaki mengarah ke  pojok kanan pelataran candi. Saya mengikuti sebuah tangga turun. Beberapa bagian tangga tersusun dari batu andesit, Batu gunung untuk membuat candi. Kemudian belok ke kanan. Dari jauh nampak banyak pengunjung mengitari sebuah kekunoan. Saya pun ikut nimbrung di dekat kekunoan ini.  

Ya, ini adalah sebuah kolam kecil berbentuk bujur sangkar yang selalu berair, walaupun di musim kemarau. Kekunoan ini merupakan  bagian tak terpisahkan dari Candi Penataran. Maka, setiap ke Candi Penataran, kolam ini selalu saya kunjungi. Sekedar membuat dokumentasi. Terutama memotret deretan relief-reliefnya yang menyajikan sebuah cerita. Jangan-jangan reliefnya sudah pada aus atau dicungkil maling.... he he he (Cerita relief kolam  ditulis di artikel lain ya.....sabar).

Sesaat kemudian datang sepasang sejoli mendekati kolam. Mereka berdiri di atas bibir kolam. Lalu, plung.....plung.....Dengan santainya mereka melempar-lempar koin ke dalam kolam. 

Oooo.... ini ternyata yang tadi bikin saya penasaran.  Saat asyik memotret kolam tadi, saya agak heran. Kok di dasar  kolam berair jernih dimana ikan-ikan berwarna hitam bersliweran, banyak uang logam. Koin-koin keperakan itu nampak masih baru jatuh ke kolam. saya tak tahu, apakah ikan-ikan berwarna hitam dan seekor lele Dumbo yang terdiam di dasar kolam ini terganggu dengan aktifitas ini.

Tak lama kemudian, datang lagi serombongan pelancong. Seorang ibu dan beberapa anaknya. Dengan riang anak-anak kecil itu mendekat dan turun ke kolam. Berlima mereka memasuki bilik kolam. 

Lalu, si kecil pun mulai beraksi. Dari kantung plastik yang dipegang di tangan kirinya, dia mengeluarkan sesuatu. Ternyata uang logam juga. Dan, plung.....plung...plung... diapun asyik melempar koinnya ke dalam kolam. "Ritual" ini pun diikuti saudara dan orangtuanya.

basuh-muka-di-kolam-penataran-blitar-5784d8603e23bd900849b7dd.jpg
basuh-muka-di-kolam-penataran-blitar-5784d8603e23bd900849b7dd.jpg
Mistik dan Klenik

Kejadian unik ini tak pernah saya temui secara langsung sebelumnya. Akhirnya, untuk mengobati rasa penasaran, saya mendekati pak tua yang berjualan makanan kecil di dekat kolam. "Kenapa kok banyak yang melempar uang logam ke kolam ini?" 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x