Mohon tunggu...
Syarifah Lestari
Syarifah Lestari Mohon Tunggu... Freelancer - www.iluvtari.com

iluvtari.com

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Derita Anak Bungsu yang Tak Banyak Orang Tahu

10 April 2021   18:44 Diperbarui: 10 April 2021   19:27 941
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ben Wicks on Unsplash

"Enak kalo dak ado Kakak, Adek bebas main. Dakdo yang ngatur-ngatur!" celoteh si adik, ia bercerita pada bonekanya yang terus saja tersenyum.

Aku tau perasaannya, hal yang sama pernah kurasakan lebih dari 20 tahun lalu. Di saat teman-teman bilang, enaklah kau, punyo kakak banyak!

Enak nian jadi anak bungsu, kalau bebalah dibelain terus!

Paling kecil di rumah, pasti disayang-sayang!

Sayang aku tak punya boneka, jadi tidak ada tempat curhat. Setelah 20 tahun lebih, baru di Kompasiana ini kuumbar semuanya. Ini loh, yang kurasakan ketika jadi yang paling ujung dari tujuh bersaudara.

Tidak Bebas Bermain

Petak umpet punya banyak nama, sesuai daerah tempat bermainnya. Di tempatku, namanya singitan, sumputan, dan main pancit. Kemudian ditambah "cabang" permainan yang konsepnya sama-sama sembunyi, namun dengan sarana yang berbeda. Ada lempar kaleng, gotri ala gotri, dll.

Apa yang membuat petak umpet begitu menyenangkan? Karena ada yang mencari. Kelihaian memilih tempat sembunyi, sensasi bertahan di persembunyian, dan adu cepat dengan penjaga, adalah hal yang membuat permainan jadi hidup.

Tapi semua itu tidak akan terjadi jika kamu datang ke lapangan bersama kakak yang usianya lima tahun di atasmu.

"Adek aku anak bawang, yo!" kata kakakku pada teman-teman yang sebagian besar memang lebih tua dariku.

Hambarlah sudah. Anak bawang berarti tidak perlu jadi penjaga meski ditemukan pertama. Sia-sia sembunyi, tidak akan dicari. Sembunyi sendiri, keluar sendiri, teriak sendiri. Tidak ada risiko jadi penjaga, sama dengan tidak ada tantangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun