Mohon tunggu...
Poetra Soerjo
Poetra Soerjo Mohon Tunggu... profesional -

INSTITUT FAHAM INDONESIA

Selanjutnya

Tutup

Politik

Critical Review: Inovasi, Pertisipasi, dan Good Governance

6 Juli 2011   14:02 Diperbarui: 26 Juni 2015   03:53 963
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

(20 Prakarsa Inovatif Dan Partisipatif di Indonesia)

Penulis: Hetifah Sj Sumarto

Penerbit: Yayasan Obor Indonesia 2004

Governance yang baik hanya dapat tercipta apabila dua kekuatan saling mendukung: warga yang bertanggung jawab, aktif dan memiliki kesadaran, bersama dengan pemerintah yang terbuka, tanggap, mau mendengar, dan mau melibatkan (inklusif). Inilah basis dari tatanan masyarakat yang diidamkan (Hetifah Sj Sumarto)

Governance” di Indonesia bukanlah suatu yang istimewa. Namun setidaknya hal positif dari penerbitan buku ini adalah konstribusinya dalam memberikan potret yang lebih realistis dari proses perubahan (reformasi). Ada beberapa kemajuan yang dikemukakan dan tidak kurang permasalahan yang dihadapi untuk melakukan perubahan menuju apa yang kita sebut sebagai demokrasi (hal. 15)di segala liniya, masih didasarkan atas pengalaman-pengalaman dari luar. Begitu sedikit wacana yang lahir dari refleksi sadar atas realitas pengalaman dalam negeri. Hetifah Sj Sumarto melalui bukunya ini mencoba untuk menghadirkan secercah serakan pengalaman yang pernah dan sedang menampakkan dirinya di Indonesia. Bagi mereka yang sudah terbiasa membaca atau mempelajari pengalaman di berbagai negara lain, barangkali pengalaman ” sebagai tema pokok dari buku ini merupakan tema yang sedang populer di Indonesia –dibahas oleh akademisi, diperbincangkan oleh civil society, diperdebatkan oleh pemerintah dan menjadi obrolan warung kopi bagi para aktivis sosial. Basic teoritis dan objek material lapangan dari seluruh perbincangan tentang wacana

” di masa depan.(hal. 15) melainkan lebih sebagai bentuk penyediaan data dan bahan-bahan diskusi yang dapat mengarah kepada peluang membuat ”” atas implementasi di Indonesia. Namun buku ini bukanlah sebuah catatan ”(CSOs), pemerintah dan lembaga donor yang tertarik mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk mendorong partisipasi dan serta isu-isu penting apa yang muncul sebagai catatan di Indonesia, telah berjalan. Apa faktor-faktor pendorong inovasi, partisipasi dan dan di Indonesia. Hetifah Sj Sumarto mengangkat 20 Prakarsa Inovatif Dan Partisipatif di Indonesia, yang dianalisis untuk mengidentifikasi sampai sajauh mana prakarsa mendorong partisipasi dan ”, buku ini bertujuan untuk memberikan semangat dan memperbanyak lagi upaya inivotif dalam rangka peningkatan partisipasi dan . Pada salah satu bagiannya dicoba dikemukakan bagaimana partisipasi dan prakteknya bisa dilakukan dengan melihat lebih teliti pada berbagai metode dan teknik yang bersifat delibratif dan inklusif. Dengan menggunakan data dan bahan-bahan yang dianggap cukup inovatif dan layak disebut sebagai ”) dan komunitas internasional serta sejauh mana perubahan telah terjadi di pemerintah sendiri untuk mewujudkan partisipasi dan . Buku ini juga mengemukakan peran dan konstribusi CSOs (Buku ini mencoba mengekpos berbagai inisiatif yang telah dan tengah berjalan di Indonesia saat ini untuk mendorong partisipasi dan

laporan-laporan, maupun proposal kegiatan. Sumber gagasan lain yang paling berpengaruh adalah pengalaman mengunjungi negara-negara yang telah menjalani proses demokratisasi dan desentralisasi untuk melakukan studi banding, mengikuti seminar/loka karya, atau pelatihan.(hal. 24) hingga terbagun prakarsa tindak lanjut yang lebih solid. Mereka yang memiliki gagasan untuk mendorong partisipasi dan good governance di Indonesia umumnya memperoleh inspirasi dari bahan-bahan tertulis seperti literatur terbaru, tulisan Hetifah Sj Sumarto melihat proses perolehan dan difusi gagasan tentang governance terjadi dalam kaukus-kaukus informal sebagai wadah “perbenturan” gagasan partisipasi dan perbaikan dan segala turunannya seperti, partisipasi, inovasi, akuntabilitas, demokrasi dan lainnya dalam bentuk implementasi. ”dari gagasan ke tindakan” Hetifah Sj Sumarto memaparkan proses impor wacana governance ke Indonesia yang secara reaktif langsung menjadi simbolisasi nama kelompok dan semangat bagi berbagai aktifitas kehidupan sosial di Indonesia. Sedangkan di satu sisi para pelaku berbagai kegiatan sosial, politik dan ekonomi belum mampu memaknai istilah Pada bagian pertama dari bukunya yang diberi

. yang selanjutnya dapat menempatkan pemerintah pada posisi yang pada kursi yang setara. Pemerintah nasional dan lokal dengan membangun kemitraan dengan komunitas ini tentunya akan mampu menemukan gagasan-gagasan ) seperti Forum Warga yang dapat dijadikan sebagai wadah untuk mendorong partisipasi warga dan mendudukkan gagasan antara pilar-pilar dari ”siapa melakukan apa”. Dalam bagian ini disebutkan pentingnya peranan CSOs termasuk LSM/Ornop, dalam mendorong proses pembangunan yang bersifat partisipatoris. Berbagai tulisan menyebutkan bahwa LSM memiliki keterampilan membangun metode dan pendekatan baru untuk penelitian dan perencanaan pembangunan yang kemudian diadopsi pemerintah dan pelaku pembangunan lainnya. LSM juga memiliki tradisi jejaring ( ini selanjutnya dikupas oleh Hetifah Sj Sumarto di bagian ke-dua dan ke-tiga dari bukunya yang diberi yang baik. Peran berbagai dari governance memberikan konstribusi yang cukup besar bagi berjalannya proses sebagai dan ini, juga dipercepat oleh adanya peran katalis yang terus mensosialisasi dan menularkan gagasan inovatif hingga pada lahirnya proyek uji coba. Sinergitas dialektika antara kelompok katalis dan pilar dari governance seperti pemerintah, Proses difusi gagasan inovatif untuk mendorong partisipasi dan

di Indonesia. (ICMA). Tidak kurang dari 11 lembaga internasioanal penting yang memiliki program besar berkaitan dengan isu-isu partisipasi dan (UN), NGO internasional, maupun institusi seperti di Indonesia. Komunitas internasional yang dimaksud antara lain lembaga keuangan dan donor, lembaga internasional di bawah Komunitas international, bagaimanapun, memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong inovasi, partisipasi dan Selain World Bank dan ADB, dapat disebutkan UNDP, USAID –termasuk di dalamnya CSSP dan NRM – GTZ, CIDA, JICA, DFID, British Council, Ford Foundation, dan TIFA Foundation. Sedangkan NGO internasional yang memiliki program partisipasi dan dan good governance yang cukup penting di Indonesia saat ini adalah NDI, PACT, CARE, dan The Asia Foundation. (hal. 54)

dalam proses kebijakan pada hakekatnya adalah untuk memperbaiki kualitas kebijakan yang dihasilkan agar menjadi kebijakan yang betul-betul bijak dan berkeadilan.(hal. 85) dalam perumusan kebijakan publik. Bagi pemerintah, partisipasi masih dilihat sebagai proses, bukan isi. Walaupun diakui proses yang terjadi sudah partisipatif, dalam arti melibatkan lebih banyak pihak, namun tidak berati kebijakan yang dihasilkan juga sudah bersifat demokratis dan partisipatif (dalam arti memperhatikan kepentingan kelompok paling miskin dan marginal, yang selama ini kepentingannya sulit diakomodir dalam pembuatan kebijakan apapun). Padahal, keterlibatan yang lebih besar dari Dalam bagian ini diungkapkan berbagai kasus tentang berbagai indikator tersebut dalam pelaksanaan peroses pemerintahan lokal dan nasional yang difokuskan pada melihat upaya pelibatan partisipasi publik dalam melahirkan proses kebijakan seperti pada departemen Kimpraswil, komite pendidikan, penyusunan RDTR pada sebuah kota di Bandung, perumusan kebijakan penegembangan koperasi dan pengusaha kecil menengah. Dari berbagai kasus dan pengalaman diungkapkan, nampaknya ada keraguan bahwa telah terjadi suatu proses perubahan yang sejati di kalangan pemerintah untuk mendorong partisipasi yang bermakna dari ) fungsi dan peran pemerintah. Sejauh mana pemerintah telah berhasil untuk mentransformasi diri menjadi institusi publik yang baru: yang ramping, terdesentralisasi, responsif, inovatif, bersih dan menguatkan warga merupakan indikator penting bagi kelancaran proses mendorong partisipasi, inovasi dan Bagian ke-empat Hetifah Sj Sumarto menekankan (

inklusifdelibratifinklusifdelibratif Delibratifinklusifdelibratif faktor lingkungan yang kritis, demokrasi dan kesempatan politik yang lebih kondusif terhadap perubahan. Berikutnya adalah keberadaan arsitek inovasi dan pemimpin bervisi serta adanya dukungan dari pemerintah pusat. Sedangkan empat faktor lainnya adalah faktor partisipasi warga, dukungan dari komunitas internasional maupun dukungan dan pertukaran antar rekan sejawat, struktur manajemen dan struktur insentif. Bagian terakhir dari bukunya Hetifah Sj Sumarto tentang munculnya inovasi itu sendiri: apa faktor pendorong munculnya inovasi dalam mewujudkan good governance, dan yang terahir pertanyaan tentang bentuk penguatan yang diperlukan untuk mendorong lebih jauh proses inovasi dan governance. Berdasarkan pengalaman kasus-kasus yang tersaji, dapat dikemukakan setidaknya ada tujuh faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu inovasi dalam terwujudnya good governance di Indonesia. di Indonesia. adalah pertanyaan yang terkait dengan ”capaian”: apa konstribusi yang telah diberikan oleh berbagai prakarsa terhadap kemajuan praktek capaian dan pengalaman Hetifah Sj Sumarto memaparkan berbagai prakarsa inovatif yang telah dan sedang berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Ada 20 prakarsa inovatif yang ditelaah untuk menjawab tiga pertanyaan. Bagian ke-lima yang diberi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun