Mohon tunggu...
Stevan Manihuruk
Stevan Manihuruk Mohon Tunggu... Penulis - ASN

Buruh negara yang suka ngomongin politik (dan) uang

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Sebagaimana Menikah, Jangan Tunda Punya Rumah

4 Agustus 2020   00:54 Diperbarui: 6 Agustus 2020   00:37 2166
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi perumahan. (Foto: tribunnews.com)

Setiap pilihan pasti ada konsekuensi. Saya tidak pernah menyesali, sebaliknya justru bersyukur keputusan yang saya buat lima tahun silam. Bagi saya, rumah adalah kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi dibandingkan barang-barang lainnya, semisal kendaraan.

Saya sudah memilih dan memutuskan untuk membeli rumah tepat sebelum menikah. Pertengahan tahun 2016 saya menikah dan sampai sekarang kami masih tinggal di rumah yang sama. Rumah sederhana, rumah pertama yang menjadi tempat tinggal keluarga saya.     

Persiapan

Berdasarkan pengalaman, saya merangkum beberapa hal yang penting untuk dilakukan sebagai persiapan sebelum memutuskan membeli rumah pertama. Mengapa penting? Saya berasumsi, mereka yang punya rencana membeli rumah pertama berarti memang belum punya pengalaman sama sekali membeli rumah. Berikut beberapa hal yang saya maksud.

Pertama, tekad yang bulat. Ini hal paling mendasar. Seperti yang saya alami, biasanya akan banyak datang saran dan pertimbangan yang baik dari keluarga atau teman-teman dekat saat kita menyampaikan maksud membeli rumah.

Sebenarnya kita butuh itu karena selain belum punya pengalaman, membeli rumah juga berarti berkaitan dengan uang yang nilainya puluhan sampai ratusan juta rupiah. Jumlah yang tidak sedikit.

Namun jangan pula saking banyaknya saran dan  pertimbangan yang datang justru membuat kita tambah bingung, ragu, dan tidak fokus pada tujuan awal; mewujudkan mimpi memiliki rumah pertama.

Kedua, survei yang memadai. Hal penting berikutnya, kita harus meluangkan waktu dan rajin melakukan survei. Pengalaman saya, memilih rumah yang cocok dengan selera dan budget ternyata tidak mudah. Ini ibarat memilih pasangan hidup, tidak bisa main-main. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Menurut saya, sejak awal perlu disusun beberapa kriteria untuk membantu serta memudahkan. Beberapa diantaranya: kontur lokasi (bebas banjir), jarak/akses menuju tempat kita bekerja, situasi lingkungan sekitar, keamanan, ketersediaan air bersih, bentuk/tipe rumah dan tentu saja harganya.

Barangkali seluruh kriteria tersebut tidak bisa terpenuhi seluruhnya, maka akan lebih baik bila kita membuat skala prioritas. Ada kriteria yang tak bisa ditawar-tawar lagi, tetapi mungkin ada yang masih bisa ditoleransi. Saya misalnya, benar-benar memerhatikan lokasi rumah yang menurut saya bisa dikatakan bebas potensi banjir dan itu masuk kriteria yang tidak bisa ditawar lagi.

Ketiga, mempelajari dan memilih bank. Bila berencana menggunakan fasilitas KPR dari bank, ini juga perlu menjadi pertimbangan penting. Penting untuk memahami skema kredit yang ditawarkan untuk menyesuaikan kemampuan kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun