Mohon tunggu...
Didik Fitrianto
Didik Fitrianto Mohon Tunggu... Administrasi - Mencintai Laut, Lumpur dan Hujan

Terinspirasi dari kata-kata ini "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Merayakan Hari Lahan Basah Sedunia di Tano Sobusobu Tapanuli Selatan

20 Februari 2020   12:30 Diperbarui: 20 Februari 2020   14:25 497
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Peserta Perayaan Hari Lahan Basah Sedunia di Tapsel

Saat itu masyarakat sangat yakin sawit akan meningkatkan pendapatan ekonomi, juga kehidupan social yang lebih baik.

Sepuluh tahun kemudian harapan tinggal harapan, produktivitas sawit justru semakin menurun, banyak pohon sawit bertumbangan, rentan kebakaran dan konflik kepemilikan lahan justru semakin meningkat.

Perkebunan sawit dan kanal di lahan gambut
Perkebunan sawit dan kanal di lahan gambut
Mengingatkan kepada generasi milenial 

Pelibatan siswa siswi SMP N 1 Muara Batangtoru dalam perayaan Hari Lahan Basah Sedunia bertujuan untuk mengenalkan manfaat lahan gambut bagi kehidupan manusia.

Menurut Didik, dari Wetlands International Indonesia, gambut bisa mengurangi dampak pemanasan global, menyimpan cadangan air, mencegah bencana kebakaran dan banjir, sebagai sumber energi, tempat perlindungan keanekaragaman hayati, dan sumber perekonomian masyarakat.

Maryam Simamora, Kepala Sekolah SMP N 1 Muara Batangtoru menyambut baik kegiatan perayaan hari lahan basah.

Selain para siswa mendapatkan pengetahuan baru tentang lahan basah terutama lahan gambut, sebagai generasi penerus, para siswa mempunyai kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lahan gambut. Dan, tidak mengulangi kesalahan para pendahulunya yang memanfaatkan lahan gambut sebagai lahan pertanian yang tidak ramah lingkungan.

Siswa siswi SMP N 1 Muara Batabgtoru | dokpri
Siswa siswi SMP N 1 Muara Batabgtoru | dokpri
Penanaman tanaman asli lahan gambut

Untuk memperbaiki kembali lahan gambut yang rusak salah satu yang bisa dilakukan dengan membasahi kembali area lahan gambut dengan membuat sekat kanal agar air tidak keluar.

Selain itu, menanami lahan gambut dengan tanaman asli untuk merehabilitasi lahan gambut yang terdegradasi.

Dalam kegiatan perayaan siswa siswi melakukan penanaman di lahan gambut dengan tanaman asli gambut seperti sagu atau rumbia (Metroxylon Sagu), tanaman pinang merah (Areca Vestiria) dan tanaman pulai (Alstonia Scholaris). Mereka menanam di kanan kiri kanal yang berada di lahan gambut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun