Mohon tunggu...
Infonitas Gading
Infonitas Gading Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Official page of Infonitas.com - Info Komunitas Online Megapolitan Visit our website http://www.infonitas.com/ Follow Twitter @Infonitascom

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bohongi Orang Tua Demi Jual Diri

7 Maret 2015   14:27 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:01 223
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bohongi Orang Tua Demi Jual Diri

INFONITAS.COM/MARILIN LINGGA Ilustrasi.

JAGAKARSA – Sepintas tak ada yang asing. Aktivitas kesehariannya tak ada yang mencurigakan. Di mata keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya, dia adalah wanita baik-baik dan sangat penurut kepada orangtuanya. Tapi, ternyata wanita yang baru dua tahun tamat SMA ini merupakan wanita panggilan pemuas syahwat para lelaki hidung belang.

Sebuta saja Indah namanya. Dia menjalani praktik prostitusi terselubung ini sangat rapi. Apalagi didukung dengan parasnya polos, lugu dan masih belia. Sehingga wajar saja banyak orang yang tidak tahu temasuk orangtuanya dan warga sekitar tempat tinggalnya, karena dikelabui oleh wajah itu. Indah menjalani aktivitas prostitusinya tidak mangkal di suatu tempat. Dia cukup di rumah menunggu panggilan telepon pelanggannya yang mengajaknya berkencan.

Berkencan dengan wanita berbodi seksi ini juga tidak bisa sembarangan waktu. Pelanggannya harus bisa menyesuaikan dengan kondisi Indah. Sebab, Indah bukan PSK pada umumnya yang bisa diajak kencan kapan saja hingga larut malam dan tidak pulang semalaman. “Saya enggak bisa seperti itu. Paling lama saya pulang jam 10 malam. Tapi, kalau soal servis jangan diragukan lagi,” ujar Indah tersipu sembari mengusap rambutnya yang panjang.

Wanita yang tinggal di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan ini terjun ke lembah hitam karena diajak kakak kelasnya semasih SMA. Impitan ekonomi yang membuat Indah menggeluti dunia esek-esek hingga sekarang ini. Selain faktor ekonomi, Indah juga tak mau kalah dengan teman-temanya sekolahnya yang memakai barang-barang mahal. Indah pun tergiur hingga akhirnya tidak menolak ajakan kakak kelasnya itu masuk ke dunia hitam.

“Waktu itu saya ditawari, kalau mau punya duit banyak dan barang mewah, ikut saya saja,” jelasnya menirukan ucapan kakak kelasnya kala itu.

Dalam menjaring pelanggan, Indah tidak perlu bersusah payah. Ibarat mempromosikan suatu produk, marketingdari mulut ke mulut menjadi andalannya. Serta jaringan teman-teman seprofesinya membantunya untuk mendapatkan pelanggan. “Saya enggak pernah mangkal. Biasanya teman saya yang kasih tahu kalau ada pelanggan. Sebaliknya begitu juga saling memberi tahu. Kalau lagi malas terima tamu, saya juga kasih tahu teman-teman,” tutur wanita berusia 23 tahun ini.

Indah memasang tarif Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta sekali kencan. Hasil dari ‘kerja’ esek-esek itu kini Indah tidak lagi kekurangan materi. Gaya hidupnya telah berubah. Dia juga sekarang sudah tampil modis. Pakaian mahal termasuk aksesorinya melengkat di tubuhnya. Plus smart phone keluaran terbaru dalam genggaman tangan Indah.

Menurut Indah orangtuanya tidak mungkin membelikan barang-barang mewah lantaran pekerjaan bapaknya hanyalah seorang sopir mobil pribadi. Sedangkan, ibunya sebagai ibu rumah tangga.“Mana mungkin bisa beli barang mewah dan mahal dari duit orang tua,” ungkap anak pertama dari bersaudara itu tanpa rasa malu.

Hingga detik ini orang tua Indah belum mengetahui sepak terjang anaknya. Mereka juga tidak menaruh curiga terhadap perubahan gaya hidup anaknya, termasuk barang-barang mahal yang dimiliki Indah. Oleh sebab itu, Indah kerap kali berbohong kepada orangtunya jika akan menerima tamu. Dia membohongi orangtuanya dengan mengaku akan main ke rumah temannya, tapi ternyata dia jalan sama om-om.

“Bukan saya saja yang kayak gini. Temen-teman sekelas saya waktu SMA juga banyak yang seperti ini. Tapi, sekarang beberapa sudah ada yang berhenti karena sudah menikah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Saya juga enggak mau selamanya jadi wanita panggilan,” pungkas Indah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun