Mohon tunggu...
M.Dahlan Abubakar
M.Dahlan Abubakar Mohon Tunggu... Administrasi - Purnabakti Dosen Universitas Hasanuddin
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dosen Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Syamsuddin Umar: PSM Harus Menang dengan Strategi

15 April 2021   01:15 Diperbarui: 15 April 2021   01:32 324
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Syamsuddin Umar / dokpri

Menurut Syam, dari seluruh tim yang mengikuti Piala Menpora, tim yang minim kebobolan adalah PSM, 3 gol. Jika dianalisis dari produktivitas, PSIS di atas kertas akan mampu mengalahkan PSM karena dia panen 9 gol dan kemasukan 6 gol. Namun hasilnya seri 0-0 kemudian kalah 2-4 atas PSM dalam drama adu penalti.

Syam mengatakan, kita melihat personel PSM, individunya, ada Zulkifli Syukur yang sudah berumur 37 tahun, Hasim Kipouw 34 tahun, Abd. Rahman 33 tahun. Satu yang 27 tahun, Renaldi stoppernya. Pertahanan PSM ada 5. Satu bek kanan, dua stopper, satu penjaga gawang dan satu bek kiri.

Apa yang menyebabkan PSM bisa solid, sepakbola itu bukan hanya fisik, bukan hanya teknik, juga skill, melainkan juga pengalaman. Dari lima pemain PSM itu, rata-rata berpengalaman. Kemudian koordinasi pertahanan selama ini tidak ingin kebobolan, sangat solid di belakang. Buktinya, tiga kali pertandingan itu, Zulkifli Syukur tidak pernah melewati garis tengah. Jika Persija melihat realitas ini, itu dia akan ragu. Sebab jika dia (Zulkifli Syukur) naik, jelas area belakangnya terbuka.

"Kalau saya pelatih Persija, akan beri ruang Zulkifli Syukur naik, meninggalkan daerahnya bersama dengan Hasyim Kipouw," Syam berandai.

Jika kedua pemain ini meninggalkan daerahnya dan Persija melempar bola di belakang daerah yang ditinggalkan kedua pemain itu, akan menghasilkan kondisi yang lain. Jika pun masih ada stopper yang berusia 33 tahun itu, Renaldi, memotong, maka daerah tengah akan kosong.

Bagi PSM, kalau dia mau, harus tetap bertahan seperti ketika melawan Persija pada pertandingan pertama. Pemikiran pertama kita mau menang. Tetapi kalau tidak bisa menang, berusaha seri. Dengan pertimbangan bahwa kualitas pemain PSM dan dengan pemain lawan, secara logika, mungkin bisa kalah. Jadi harus menang dengan strategi.

PSM harus melakukan konsep dan strategi bermain, pertahanan itu adalah penyerangan yang efektif. Sebab, Persija memiliki pemain sekelas Marco Simic yang haus gol. Kalau dia masuk, PSM dapat menerapkan serangan balik, seperti yang dilakukan pada pertandingan pertama. Sebab, PSM dari segi produktivitas cukup bagus. Terutama melalui serangan balik memanfaatkan Jacob Sayuri yang memiliki kemampuan "sprint" (lari) yang kencang.   

Di lapangan tengah, PSM jangan terlalu  emosional. Gelandang PSM adalah para pemain yang spartan (tinggi, tegas, dan berani) Di situ ada Rasyid Bakrie, mereka adalah pemain yang spartan dan militan. Jika keras bisa jadi kasar, dapat berujung dengan kartu.

Syam menilai, Piala Menpora ini merupakan turnamen yang tidak dirancang jauh sebelumnya. Ini dirancang secara mendadak karena kondisi Covid-19. Oleh sebab itu, turnamen ini hanya dimanfaatkan untuk melihat apakah dengan kondisi Covid-19 ini,  Liga I layak dilaksanakan dan bisa ada penonton atau tidak, Tetapi dari segi prestasi dari semua tim, sulit diukur. Sebab, ada tim yang bagus tiba-tiba hilang. Kurang konsisten.

Tetapi yang bagus dari empat kesebelasan semi final ini, PSM satu-satunya tim tanpa pemain asing dan murna menggunakan pemain Indonesia. Ini merupakan kesempatan baik bagi PSM memperlihatkan bahwa para pemain lokal juga dapat memperlihatkan kemampuannya.

Rekam jejak "head to head" kedua kesebelasan, PSM-Persija, 2-0 (6/8/2019), 0-0 (28/8/2019), 0-1 (20/10/2019), Piala Indonesia leg 1, 0-1 dan leg 2 PSM 2-Persija 0.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun