Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis Lepas, Blogger dan Bidang Sosial

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Nostalgia Suasana Ramadan Masa Kecil

19 April 2021   15:15 Diperbarui: 19 April 2021   15:44 255 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nostalgia Suasana Ramadan Masa Kecil
bengkuluekspress.com

Jika saya menengok masa lalu yang sudah berlalu dengan cepatnya. Ketika hidup di kota kecil dan hidup di lingkungan di mana tetangga saling mengenal satu dengan yang lainnya, rasanya suasana Ramadan begitu kental.

Tidak bisa mengingat sepenuhnya apa yang terjadi saat masa kecil. Tapi bagi seorang anak yang masih berusia sekitar 4-5 tahun, saya punya momen yang tak pernah saya lupakan.

Keluarga saya tak berpuasa karena kami bukan pemeluk Islam. Tapi begitu mau menjelang puasa tiba, saya ingat bahwa pembantu saya minta izin untuk pulang. Saya sendiri suka merengek kepada ibu saya untuk ikut pulang ke desanya.

"Mbak nengok embah yang sudah di kubur, non ngga boleh ikut karena kubur penuh sekali".   Jadi dalam pikiran saya, kok penuh sekali kenapa anak-anak tak boleh ikut.  Saya tak mengerti , suka sedih ngga bisa ikut mbak nyekar di desa.

Pada puasa pertama, saya ikut terbangun karena suara anak-anak kecil yang membawa obor sambil menyanyikan lagu islami dan suara gendang yang ditabuh cukup kencang.

Pada saat magrib pun, anak-anak tetangga saling menunggu dan berkumpul di suatu tempat.  Mereka menantikan mercon besar yang dinyalakan di suatu tempat dekat Mesjid.  Setelah selesai mendengarkan mercon,  mereka sendiri menyalakan kembang api  dibawa sambal pulang ke rumah masing-masing..

Kenangan tak terlupakan

Lalu, pada Ramadan puasa pertama, saya melihat mbak pagi-pagi sudah bangun.  Saya mendengar dentingan suara-suara piring dan masak memasak. Sebagai anak kecil, rasa ingin tau pun datang. Saya mengendap mengintip  Mbak memasak.  Ngga sabar menepuk bahunya dan membuatnya kaget. 

Saya bilang, "kok makan pagi-pagi,  bobo lagi yach?"

Rupanya mba kesulitan  menjelaskan kepada saya,  makna  sahur itu merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW.  Menjaga badan agar jadi berkah sebelum puasa.

Saat jelang shalat subuh pun, saya ikuti mbak, dengan cara mengikuti cara dia berdoa.  Saya mengikuti dari belakang tubuhnya,  tanpa memahami apa makna saya   melakukan hal tersebut. 

Siangnya saat kami sekeluarga makan siang, saya sering tanya kepadanya: "Mbak kok ngga makan, nanti lapar!"    Pertanyaan say aitu tak dijawab karena mba sulit menjelaskan kepada saya.   Lalu, ibu sayalah yang menjelaskan dengan sedikit demi sedikit tentang apa arti puasa, bagaimana cara berpuasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN