Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis - Ex Banker

Blogger, Lifestyle Blogger https://www.inatanaya.com/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pilih Mana: Hidup Sukses atau Hidup Bahagia?

9 Desember 2019   16:20 Diperbarui: 9 Desember 2019   16:33 387
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jika ditanyakan kepada kita, apakah kita  ingin memilih  hidup bahagia atau memilih hidup sukses, jawabannya pasti ingin keduanya.  Tetapi karena kita diminta untuk memilih salah satunya maka ada  yang memilih ingin hidup bahagia, sementara yang lain memilih untuk hidup sukses.

Sebenarnya apa perbedaan antara hidup bahagia dan hidup Sukses?

Umumnya kesuksesan kita , orang lain yang menilainya, sedangkan kebahagiaan hidup kita , datangnya dari pikiran dan hati , kita sendiri yang merasakannya.

 Hidup sukses:

Ada berbagai macam kesuksesan, sukses dalam kuliah , sukses dalam pekerjaan, dalam karir, dalam profesi (sebagai atlit, pengacara, penyanyi, pemain film , sutradara dan sebagainya). 

Sukses itu diraih tentunya dengan proses yang panjang,  melalui kuliah sampai selesai atau melalui pelatihan yang sangat ketat dan lama, akhirnya menapaki satu demi satu tangga dari kesuksesan.  Perjalanan panjang itu tentunya melelahkan karena tidak semua orang bisa meraih sukses, hanya mereka yang tekun, punya keahlian dan kompetensi tinggi yang bisa meraihnya.

Penilaian bahwa orang ini dianggap sukses atau tidak itu biasanya berasal dari orang lain.  Parameter penilaiannya dari jabatan tinggi yang dimilikinya,  harta atau kekayaan yang dimiliki atau diperlihatkan, bahkan dari titel atau pangkat yang disandangnya.

Kesuksesan biasanya lebih condong kepada motivasi ekstrinsik . Motivasi  ekstrinsik artinya motivasi yang datang dari luar atau orang lain bukan datang dari dalam dirinya.  Saya ingin sukses karena saya melihat orang sukses itu banyak uangnya, disanjung, dihormati, dijunjung dan diberikan tempat yang tinggi. Saya ingin sukses karena orang tua saya yang mendorong agar sukses supaya banyak uang.  Saya ingin sukses karena melihat orang sukses itu selalu dihormati oleh orang.

Namun, sayangnya beberapa riset memperlihatkan bahwa orang yang sukses itu belum tentu bahagia. Kenapa demikan?   Banyak contoh akhir-akhir ini penyanyi terkenal korea yang bunuh diri seperti Jonghyun SHINee,  boyband Korea yang bunuh diri,demikian juga orang-orang terkenal seperti  Michael Jackson,  Scot  Young miliarder dari Rusia juga bunuh diri, Adolf Merckle, miliarder German  juga bunuh diri.

Sebagai orang luar kita menganggap bahwa orang yang sukses pasti bahagia.  Tetapi kenyataannya, tidak semua orang sukses bahagia.  Ada hal-hal kecil di dalam sanubari atau nalurinya dia masih membutuhkan damai yang tidak dimilikinya.  Mereka mencoba membeli sukses itu dengan kebahagiaan, mencarinya di tempat-tempat yang gemerlapan atau di tempat-tempat mewah dimana mereka pikir bisa menikmati.  Namun, apa yang dicari itu tak pernah ditemukannya. 

Mulailah timbul depresi dan tidak bisa menerima keadaannya, bahkan akhirnya yang lari dari kenyataan dengan mengonsumsi narkorba,  merasa frustrasi dan ingin bunuh diri dan merasa tidak berguna.  Mereka yang tidak bisa mengendalikan dirinya dan akhirnya terjembab di jurang kesuksesan yang tidak pernah berhenti dicarinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun