Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis Lepas, Blogger dan Bidang Sosial

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Maraknya Kejahatan Pembayaran Digital, Pengguna Harus Super Hati-hati

19 November 2019   13:35 Diperbarui: 19 November 2019   13:46 475 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Maraknya Kejahatan Pembayaran Digital, Pengguna Harus Super Hati-hati
ilustrasi via thebossmagazine.com

Gawai jadi magnet setiap orang. Tiada hari tanpa gawai, karena hampir setiap orang memiliki  gawai atau gadget. Tidak ketinggalan anak-anak kecil pun punya gawai. 

Bagi yang telah dewasa tentunya gawainya penuh dengan pelbagai aplikasi yang sering digunakannnya. Salah satunya atau salah duanya adalah aplikasi transportasi yang sedang tren saat ini. Transportasi online  dengan pelbagai produk lainnya  menawarkan banyak kemudahan dalam pembayaran untuk semua produknya, misalnya pesanan makanan, massage, dan antar jemput transportasi baik dengan mobil maupun motor.

Kemudahan dan kecepatan pembayaran ditawarkan melalui uang elektronik atau dompet digital atau dompet virtual berupa saldo transportasi online dan dapat digunakan untuk membayar berbagai layanan transportasi online.

Bagi nasabah kemudahan pembayaran melalui dompet digital itu sangat efisien dan tidak perlu bawa uang tunai, pembayaran bahkan sering dapat potongan/diskon, tidak perlu memikirkan uang kembalian jika tidak punya uang kecil.

Di balik kemudahan yang dialami oleh pengguna, ternyata ada intaian bahaya yang mengintai yaitu kejahatan Cyber-Crime. Kejahatan Cyber crime atau dikenal dengan kejahatan dunia maya itu artinya  suatu kegiatan atau aktivitas yang berkaitan dengan kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer. 

Dalam kejahatan komputer itu antara lain penipuan lelang secara daring, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit, confidence fraud, peniputan identitas, pornografi anak, dan lainnya.  Mereka menggunakan dunia maya sebagay cybercrime untuk mempermudah kejahatan itu terjadi. Bentuknya juga bermacam-macam,  seperti iklan jual beli, online shop, iming-iming hadiah di dompet digital,  bisnis, uang dalam paket, komputer kena virus,scammer, perkenalan dunia maya.

Nah untuk kasus Indonesia yang terjadi baru-baru ini, korbannya adalah tiga pria dewasa. Awalnya, Satrio, Prio dan Budi (bukan nama sebenarnya), order makanan lewat aplikasi online. Sambil menunggu makanan yang diorder, ternyata bukannya makanan yang datang, tetapi dia melihat saldo dompet  digitalnya berkurang dan makanan tidak datang sama sekali.

Lalu, dia melaporkan  kepada Customer Service , komplain tentang makanan tidak datang, saldo sudah berkurang. Customer Service menjanjikan untuk menyelesaikan hal ini dalam waktu 30 menit.  Memang dalam waktu 30 menit kemudian, ada telpon  dari Customer Service. Dia memperkenalkan diri  sebagai Customer service dan seolah-olah sudah mengetahui  kasus dan apa yang dikomplainkan. Untuk mengembalikan dana yang telah hilang itu, Customer Service itu mengatakan bahwa dia harus mengikuti instruksi yang diberikannya.

Pertama, akun yang dimiliki harus di blog karena nanti takut dihack oleh scammer lagi.  Kedua  dana akan dikirim bukan ke akun dompet digital tapi ke dana di bank.  

Lalu dikirimkanlah data OTP sampai tiga kali. Begitu percayanya terhadap apa yang diminta oleh Customer Service, pengguna melakukankan dengan memberikan data OTP dan memasukkan angka (nach ini saya kurang mengerti angka ini menjadi sinkron dengan nominal yang dikirimkan dari rekening yang bersangkutan di suatu bank).  

Begitu sadar bahwa itu penipuan, tiga korban itu melihat saldo di bank juga hilang.  Jadi kehilangan di saldo dompet dan saldo di bank, sangat merugikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x