Ina Tanaya
Ina Tanaya ibu rumah tangga

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Sungai Sumber Kehidupan Manusia itu Berubah Jadi Ancaman

12 Januari 2019   21:54 Diperbarui: 12 Januari 2019   21:58 195 3 1
Sungai Sumber Kehidupan Manusia itu Berubah Jadi Ancaman
Sungai di Jl.Parkit Raya. Dokumen Pribadi

Pada hakekatnya sungai itu adalah bagian dari alam yang seharusnya dijaga, dilestarikan dan dirawat .  Ada harmoni kehidupan  antara alam dan manusia.  Manusia   mendapatkan kehidupan dari mata air sungai yang bersih mengalir .  Sayangnya kehidupan harmoni itu dirusak oleh sebagian manusia, warga dalam menjaga sungai, sehingga sungai yang ada saat ini kondisinya menyedihkan.  Menyedikan karena besarnya pencemaran. Akibatnya tentu akan memperburuk kondisi manusia sendiri. Air sungai yang tercemar menjadi suatu ancaman bagi kesehatan , dan kehidupan manusia .  Jika sungai hancur, maka kehidupan manusia pun akan mengikutinya.

Bermula dari sebuah sungai yang mengalir di depan pasar dekat rumah saya.   Hampir setiap hari saya  melewati sungai itu ketika akan senam pagi. Begitu menengok ke sungai, terlihatlah banyak sampah yang berada disertai dengan pohon yang hampir tumbang.

Melaporkannya saja sulit sekali , karena tidak mengetahui birokrasinya atau siapa yang bertanggung jawab atas kebersihan. Sudah kepada RT, RW dan dua media online. Juga yang terakhir ke Kelurahan.

Sungai yang membatasi dua jalan besar itu kelihatannya tak berarti sama sekali. Namun, apabila aliran sungai itu tersumbat karena banyaknya sampah, maka akan terjadi kebanjiran.

Metro.com
Metro.com
 Bukan hanya soal banjir saja, ternyata mutu air sungai berdasarkan kriterianya digolongkan Kelas II di 33 Provinsi di Indonesia.  Kelas II artinya tercemar berat sebeanyak 68%, tercemar sedang 24% dan tercemar ringan 6% an memenuhi mutu hanya tinggal 2%.

Jika dirinci kadar pencembarsudah sangat rawan yaitu 65% di Kalimantan, 51% Sulawesi & Papua, 68% di Jawa, 64% di Bali dan Nusa Tenggara.

Data Sungai Tercemar Sumber: metro.com
Data Sungai Tercemar Sumber: metro.com
Sungai-sungai yang tercemar di Indonesia yang sudah membahayakan itu Sungai Citarum, Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Kapuas, Sungai Siak. Bukan hanya di Indonesia saja, melainkan sungai di dunia pun tercemar seperti  Sungai Gangga India, Sungai Kuning di Tiongkok, Sungai Citarum di Indonesia, Sungai Sarno di Italia, Sungai Mississipi di USA dan Sungai Marilao di Filipina.

Sumber pencemaran sungai-sungai di Indonesia di sebabkan oleh:

  • Limba Domestik: MCK, air cucian, dapur, sampah
  • Limbah Peternakan
  • Limbah industri
  • Limbah Peranian dan Perikanan

Akibat dari pencemaran itu sangat merugikan manusia dan binatang/hewan di perairan sungai :

1.Penurunan Kualitas air yang banyak mengandung e-coli

2.Airsungai berbau akibat peningkatan kadar BOD

3 Tumbuhan dan Hewan-hewan air mati

Sebenarnya penanganan pencemaran sungai itu sudah memiliki rencana untuk perbaikan maupun pemantauan seperti berikut ini:

1. IPAL (Instalasi Pengolahan air limbah)

2. Program Penurunan : Beban Pencemar Industri

3. Stasiun Pemantauan : Kualitas air otomatis, kontinyu & online

4. Penanganan sampah terpadu

Walaupun sudah ada lembaga dan program yang menanganinya, namun kenyataan di lapangan sangat berbeda.  Para stakeholder itu tak mematuhi apa yang sudah digariskan, demikian juga masyarakat/warga di sekeliling tempat tinggal tidak mematuhi secara disiplin untuk menjaga kebersihan sungai dari limbah.

Apabila limbah yang telah tercemar itu sampai titik yang membahayakan dan tidak bisa diminum lagi, sebagai contoh air sungai yang telah diolah oleh PAM di Jakarta Timur masih dianggap membahayakan kesehatan bagai manusia,   akhirnya manusia sendirilah yang dirugikan. Kualitas air rusak, manusia tak bisa konsumsi dan akibat fatal adalah manusia pun bisa meninggal karena kekurangan air .

Selayaknya, kesadaran untuk menjaga lingkungan, sungai dari sampah, limbah baik dari rumah tangga maupun industri.  Ini sangat penting karena jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi yang dapat menjaga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2