Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis Lepas, Blogger dan Bidang Sosial

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Tolak Angin Selamatkan Diriku Saat Liburan

18 Juli 2018   21:57 Diperbarui: 4 Agustus 2018   18:22 660 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tolak Angin Selamatkan Diriku Saat Liburan
dokumen pribadi

Dengan bertambahnya usia, saya merasakan ketahanan fisik yang mulai turun. Dulu saat masih muda saya mampu untuk ke luar kota atau ke luar negeri tanpa harus minum vitamin atau bertahan terhadap perubahan cuaca sama sekali.  Saya tak pernah merasakan sakit apa pun.

Namun, ketika usia sudah makin tidak muda lagi, fisik sudah mudah cape dan perut sedikit-dikit kembung dan apalagi saya punya sakit perut kronik.   Saya merasakan betapa repotnya jika harus bepergian ke luar kota/ke luar negeri tanpa persiapan obat.  Persiapannya sangat ribet karena harus vaksinasi "flu" dan yang kedua melengkapi obat-obatan lengkap buat diri saya.

Bepergian ke Australia yang jadi rutinas karena mengunjungi anak yang kuliah, jadi halangan bagi saya setiap kali akan berangkat.   Betapa tidak, suasana hati yang senang,kangen dan bahagia karena akan bertemu  dengan anak yang sudah lama berpisah.   

Tapi ada "ganjelan" yang luar biasa bahkan jadi pikiran sekali bagi saya karena setiap kali mau berangkat , pikiran bagaimana jika saya jatuh sakit di sana mengingat pesawat itu berangkatnya malam pukul 23.30 dan biasanya saya   tak pernah bisa tidur di  dalam pesawat. 

Hampir 7 jam perjalanan yang cukup melelahkan buat saya ditambah besoknya biasanya saya langsung jalan bersama anak karena waktu saya cukup terbatas.  Belum lagi cuaca di Melbourne itu sering dikatakan "moody climate"  bagaikan seseorang yang sering berubah-rubah sikap atau keputusannya tergantung dari "mood"yang dihadapinya.  Nach,  hal yang sama dengan cuaca di Melbourne, saat saya  datang pada musim panas sekali pun , tiba tiba cuaca  yang awalnya cerah, terang benderang di pagi hari berubah menjadi mendung dan angin kencang sekali .

Perubahan cuaca yang mendadak ditambah dengan badan yang tidak fit karena tidak tidur semalaman membuat hidung saya "meler" alias  pilek. Belum lagi ketika malam hari menjelang tidur tiba-tiba kaki merasa dingin sekali dan perut kok mules . 

Segera dengan gerak refleks, tanganku mencari sesuatu di dalam tas obat-obatan.   Ini tidak boleh dibiarkan begini, "susah aku nanti jika sakit di negara orang", kataku dalam hati.     Apa yang kucari itu dapat segera kutemukan karena terlihat dengan jelas kemasan bungkusan berwarna kuning. 

Bungkusan yang terdiri dari 7 sachet " Tolak Angin" produksi dari Sido Muncul ini sangat mudah membawanya tidak perlu takut akan tumpah walalupun dalam bentuk cair karena kemasan sachet ini tertutup rapat tapi mudah untuk membuka dengan menyobek di bagian atasnya.   Persediaan tolak angin sudah saya siapkan sebelum berangkat .  Paham benar bahwa khasiat Tolak Angin ini sangat ampuh untuk masuk angin yang pasti datang karena perubahan cuaca.    Minumnya juga mudah sekali , satu sachet langsung dituangkan ke sendok lalu diminum tanpa repot.   Badan terasa hangat dan kedinginan hilang, apalagi itu perut yang mules juga berhenti.   Saya bisa tidur dengan tenang. Besoknya kegiataan pun tidak terganggu karena saya sudah segar bugar.

Liburan di Melbourne. Dokumen pribadi
Liburan di Melbourne. Dokumen pribadi
Setelah minum obat herbal "Tolak Angin" , hatiku  sangat lega karena badan sehat kembali.   Perjalanan liburan pun dapat dilanjutkan sesuai dengan jadwal.   

Proses Panjang  Perjalanan Tolak Angin

Seperti sebuah perjalanan saya yang cukup lama dan panjang. Demikian juga dengan perjalanan  Tolak Angin mulai dari sebuah produk jamu tradisional menjadi obat herbal yang diproduksi secara modern.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x