Mohon tunggu...
Logika Eman
Logika Eman Mohon Tunggu... Penulis

Percaya berawal dari masuk masuk akal.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Tuhan dan Agama

22 Mei 2020   06:10 Diperbarui: 22 Mei 2020   06:58 79 0 0 Mohon Tunggu...

TUHAN GAGAL MEMPERSATUKAN UMAT & AGAMA TIDAK BISA MEMBUAT SEMUA ORANG MENJADI BAIK. Lantas untuk apa beragama?

Sepanjang zaman, hingga berakhirnya zaman. Agama adalah salah satu yg masih menjadi misteri, menjadi tanda tanya. Terutama tentang ketuhanan, dikalangan manusia masih banyak memperselisihkan tentang ini. Mereka bertanya-tanya siapakah tuhan.

Bahkan sebagian manusia lebih memilih tidak beragama atau tidak mengenal tuhan. Tuhan tidak bisa membantu apapun dalam memperoleh sesuatu, jika anda inginkan sesuatu anda harus berusaha sendiri untuk mendapatkannya. Bahkan jika puluhan, ratusan atau ribuan kali engkau mnyebut nama tuhan tidaklah engkau akan mendapatkannya.

Adanya agamapun tidak membuat manusia menjadi baik, buktinya teroris adalah orang yg beragama, kejahatan dan pemerkosaan juga bisa terjadi pada negara mayoritas beragama.

Adapun mereka yg memiliki agama, sebagian besar mereka tidak paham terhadap keyakinannya sendiri. Sebagai umat muslim dan alquran sebagai tuntunan setiap orang, bukankah seharusnya setiap orang muslim bisa membacanya, faktanya tdk semua umat muslim bisa membacanya. Bukankah sesuai dengan rukun islam (sahadat, sholat, puasa, zakat, haji)  umat islam berkewajiban melakukannya trutama mendirikan sholat, faktanya banyak umat islam yg tidak melakukannya.

Bukan saja umat muslim, hal demikian juga tejadi pada umat lain, baik itu hindu, budha, katolik dan kristen. Mereka tidak mengerti makna firman Tuhan yg tertulis di alkitab mereka sehingga banyak terjadinya pertentangan diantara mereka.

Ahli perbandingan agama seperti Zakir Naik kebangsaan India itu banyak membuktikan tentang pertentangan terhadap alkitab tersebut. Dimana alkitab yg dimaksud adalah seperti taurat, zabur, injil bahkan yg juga dikenal dengan bibel.

Bandingkan dengan yg dilarang oleh agama namun mereka melakukannya. Mereka lakukan kejahatan, kemusrikan, pemerkosaan, korupsi, berdusata, ingkar, durhaka dan lain sebagainya. Cukup menjadi bukti dengan beragama tidaklah membuat orang lain menjadi baik.

Yang lebih memprihatinkan, zaman modern ini agama dijadikan ajang politik, menjual ayat-ayat Tuhan demi kepentingan personal. Menjual ayat-ayat Tuhan demi meraih kekuasaan dan jabatan untuk memperoleh kemenangan dari suatu kelompok tertentu. Menjadikan agama untuk saling adu domba, setiap orang mengklaim keyakinan sendiri adalah benar dan yang lain salah, timbulah adu argumen dan kericuhan kemudian disusul dengan aksi bela agama.

Dengan ini agama hadir ditengah-tengah manusia seolah-olah hanya menjadi petaka, bukan membuat manusia bersatu menjadi baik dan damai justru manusia menjadi terpecah menjadi bergolongan berdasarkan keyakinan.

Orang-orang yg tidak beragamapun mulai menyalahkan Tuhan, jika Tuhan adalah satu dan jika Tuhan ingin disembah dengan satu agama kenapa Tuhan tidak menjadikan manusia menjadi saudara seiman. Bukankah tuhan bisa melakukannya. Masalah ujian, Tuhan bisa memberikan manusia ujian ketika manusia memeluk agama yg sama. Karena meski manusia memiliki agama yg benar bukankah banyak juga yg tidak lulus dengan ujian. Cukupkanlah pertikaian antar manusia untuk mengklaim kebenaran agamamu dan izinkahlah kami melewati ujianmu dengan memiliki keyakinan yg sama. Manusia yg tidak bisa meyakini agama yg benar adalah bukti manusia itu tidak sanggup menentukan perbedaan.

Tuhan gagal mempersatukan umat dan agama tidak bisa membuat semua orang menjadi baik, lantas untuk apa beragama.

Agama adalah konsep atau sistem yang mengatur tata cara beribadah kepada Tuhan yang maha esa, mengenal hukum-hukum Tuhan, perintahnya serta larangannya. Agama membuktikan bahwa selain hidup di dunia manusia akan dibangkitkan kembali dan akan ada kehidupan baru lagi diakhirat.

Adapun manusia yg terpecah dalam berbagai golongan, bukan Tuhan yg gagal tapi sesungguhnya manusia itulah yang menyangkal kebenaran, membangkang Tuhan. Telah ditunjukan berbagai mukjizat nyata, telah diturunkan rasul beserta firman dalam bentuk kitab suci sbg petunjuk dan diberikan akal supaya dapat berfikir dan mencari kebenaran namun tdk digunakan, adapun yg sadar akan kebenaran Tuhan namun sengaja berbuat dosa, itu kerana mereka munafik dan tidak taat, mereka menyimpang.

Apapun pendapat manusia mengenai Tuhan dan Agama yg gagal mempersatukan umat dalam satu keyakinan, gagal membuat semua orang menjadi baik. Logikanya, jika apa yg di sampaikan agama adalah benar mengenai ketuhanan maka kemungkinan akan terjadi.

*Manusia yg tidak percaya dengan Tuhan dan agama akan sangat menyesali perbuatannya. Karena akan abadi merasakan siksaan api neraka. Tentu bukan hanya tidak beragama, namun yg salah memilih agama dan salh menyembah Tuhan juga akan berakibat fatal, mereka masuk dalam kategori menyekutukan Tuhan yg sebenarnya dengan Tuhan yg lain.

*Tapi bila tidak benar apa yg disampaikan agama, dan Tuhan tidak ada maka beruntunglah orang-orang yg tdk beragama dan  sia-sialah umat yg beragama krn telah melakukan banyak hal bodoh seperti berpuasa, pergi ketanah suci, berdakwah dan lain sebagainya.

Meski demikian, saya secara pribadi akan memilih jalan aman. Dengan bertuhan dan meyakini agama. Jika tidak ada Tuhan, maka setelah berakhir zaman ini semua akan baik-baik saja, tapi bila Tuhan ada setidaknya yg beragama benar ada kesempatan untuk beralih dari tempat siksaan ke tempat kebahagiaan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x