Riski Eko Yuliyanto
Riski Eko Yuliyanto OB

Menulis untuk dibaca oleh kalangan yang suka membaca. Kritik dan saran penting buat saya. Maka,sebisa mungkin pembaca memberi komentar di bawah tulisannya. Terima kasih sejagat raya...\r\n

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Surat Curhat Untuk Bapak yang Pernah Peduli

14 Januari 2018   18:00 Diperbarui: 14 Januari 2018   18:22 434 0 1
Surat Curhat Untuk Bapak yang Pernah Peduli
UC Browser

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatu.

Maaf pak, saya mau curhat sedikit.

Mungkin ini adalah takdir hidup saya yang serba kekurangan dan mungkin juga ini adalah akibat kesalahan yang telah saya lakukan dahulu. 

Dahulu saya menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan seseorang. Saya banyak melakukan kesalahan. Dan tidak konsisten dalam menjalankan apa yang telah diberikan ke saya untuk menggapai kehidupan yang lebih layak. Atau memang takdir yang berkehendak demikian. Akan tetapi saya merasa masih bisa mengubah takdir itu.

Kemudian saya berupaya mengubah takdir saya sendiri. Dengan tanpa bantuan orang lain maupun orang tua. 

Saya bekerja dan menjalani berbagai jenis  pekerjaan, diantaranya..

1. Sebagai kurir di Berita Bogor.

2. Jaga toko sendal,sepatu dan tas di manggarai

3. Di cuci steam motor tanggerang.

4. Sebagai OB di kantor Candi Propertindo solo

5. Di pemotongan Ayam

6. Di roti bakar

7. Di warung NASGOR

Semua pekerjaan tersebut memiliki lika-liku tersendiri. Saya tidak bisa menabung dengan gaji yang minim dari kebutuhan.

Lalu saya bermaksud mengikuti ijazah kejar paket dengan harapan bisa mengubah pekerjaan dan gaji saya. 

Segala sesuatu yang ada didunia ini harus serba modal yang berupa materi. Uang merupakan kendala dan masalah bagi semua orang. Begitu juga dengan saya. 

Saya berupaya langkah demi langkah untuk mendapatkan Ijazah paket B dan itu telah tercapai. Kemudian saya mengorbankan banyak uang untuk mendapatkan ijazah pondok agar saya bisa ikut ujian paket C tahun 2018 dan itu telah tercapai dengan banyak nya rintangan dan kesabaran. 

Muncul lagi kendala baru. Rasanya masalah keuangan tak akan lepas dari kehidupan saya. Dengan kondisi saya saat ini saya tidak bisa mengangsur biaya administrasi kejar paket C. Saya berusaha mendapatkan bantuan berupa pinjaman dari beberapa orang terdekat dengan niat nantinya mengembalikan hutang tersebut. Namun nasib tidak memihak. Saya harus menerima kenyataan pahit bahwasannya saya itu sendirian,sebatang kara, tidak ada keluarga manapun yang mau membantu problema saya. 

Dengan memiliki keterampilan dan niatan yang sangat besar. Itu belum cukup jika tanpa modal uang. Saya rasa semua rakyat indonesia dalam hal pendidikan pasti memiliki masalah yang sama.

*Saya ingin kembali sekolah dan masuk di akademi pariwisata setelah mendapatkan ijazah paket C dan itu butuh modal uang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2