Bhinneka.Com
Bhinneka.Com

PT. BHINNEKA MENTARI DIMENSI

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Perang Desain Kloningan iPhone X, Akan Bertahan Berapa Lama?

5 Maret 2018   11:56 Diperbarui: 6 Maret 2018   09:50 1831 1 2
Perang Desain Kloningan iPhone X, Akan Bertahan Berapa Lama?
Sumber: Twitter @XgsplifYT
  • Layar yang memenuhi hampir seluruh penampang gadget.
  • Sedikit bagian untuk sensor dan kamera depan.
  • Menyisakan dua bagian ujung atas kanan-kiri layar untuk fungsi berbeda.


Hingga pertengahan Februari lalu, poin-poin desain ponsel di atas akan mengingatkan kita hanya pada iPhone X, flagship terbaru Apple yang diluncurkan pertengahan September tahun lalu sebagai cenderamata peringatan sepuluh tahun kehadiran iPhone di pasar smartphone. Kini, sudah tidak lagi.

Dari gambar di atas saja, setidaknya sudah ada tujuh jenis ponsel merek berbeda yang memiliki penampilan mirip dengan iPhone X. Ada dua di antaranya yang merupakan keluaran Asus dan LG. Jumlah ini pun belum termasuk merek-merek asing lain yang diproduksi di Tiongkok.

Sumber: Twitter @vladsavov
Sumber: Twitter @vladsavov

Apakah ini adalah pertanda keunggulan dan keberhasilan Apple, yang sekali lagi berhasil mengubah arus desain ponsel global?

Marcel Campos, Global Head of Marketing Asus terang-terangan menyebut ini sebagai tren yang tak bisa mereka abaikan. Mengabaikan anggapan bahwa mereka menyalin atau meniru desain kompetitornya.

"Some people will say it's copying Apple, but we cannot get away from what users want. You have to follow the trends."

Demikian ungkapnya, tak lama setelah Asus Zenfone 5 dan Asus Zenfone 5Z diluncurkan dalam World Mobile Congress (MWC) 2018 akhir Februari lalu di Barcelona, Spanyol.

Pertanyaan penting lainnya, akankah tren ini bertahan lama dan seberapa mampu menggeser minat para konsumennya?

Lalu, akan seperti apa dan mengarah ke manakah tren desain smartphone di masa depan? Pasalnya, saat ini saja sudah makin banyak produsen yang menghasilkan ponsel berlayar hampir penuh. Bukan lagi bezel-less, seperti yang pernah dielu-elukan sejak akhir 2016 hingga penghujung tahun lalu.

(Artikel Kompasiana terkait: Bezel-less Phone, antara Tampilan dan Kenyamanan Penggunaan)

Ada beberapa faktor yang menarik untuk diperhatikan. Dari sisi desain, Apple memang menjadi yang pertama dengan tampilan seperti itu. Namun, para kompetitor yang melakukan imitasi desain pun mengunggulkan beberapa fitur yang hanya ada pada perangkat Android.

Beberapa di antaranya, pemindahan dan transfer data yang lebih mudah, sedangkan pada iPhone X memerlukan koneksi tertutup melalui iTunes. Ada pula beberapa varian ponsel Android berdesain layar penuh yang tetap menyematkan pemindai sidik jari di bagian belakang, sedangkan pada iPhone X sudah tidak ada dan digantikan dengan Face ID. Satu lagi, adanya lubang untuk earphone. Fitur yang dihilangkan Apple bahkan sejak iPhone 7.

Tidak ketinggalan, masalah harga. Ponsel-ponsel berdesain hasil cloning tentu saja dijual jauh lebih murah dibanding iPhone X yang dirilis dengan harga USD 999.

Di Indonesia saja, harga resmi iPhone X ukuran 64 Gb mencapai hampir Rp 18 juta. Sebagai perbandingan, Asus Zenfone 5Z dirilis dengan banderol USD 499. Lebih murah USD 500 atau selisih hampir Rp 7 juta. Lumayan, kan? Apalagi ponsel-ponsel keluaran Tiongkok, yang harganya dilaporkan "hanya" sekitar USD 150 tetapi tidak beredar di Indonesia.

Perbandingan harga iPhone X resmi di Indonesia.
Perbandingan harga iPhone X resmi di Indonesia.

Yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah menunggu. Baik menunggu untuk ikut membeli, atau menunggu sampai ada teman atau kenalan yang membeli ponsel berdesain kloningan tersebut, untuk kemudian mencobanya sendiri. Kan, di Indonesia sudah banyak yang pakai iPhone X.