Mohon tunggu...
Akhlis Purnomo
Akhlis Purnomo Mohon Tunggu... Penulis

Menulis, kesehatan dan olahraga

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Menimba Ilmu Penulisan Biografi dari Sang Ahli

3 Desember 2020   18:09 Diperbarui: 4 Desember 2020   16:01 286 27 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menimba Ilmu Penulisan Biografi dari Sang Ahli
dok.Kompasiana


Menulis tentang orang bagi saya selalu menarik. Pembahasannya tiada habisnya. Di balik setiap manusia, pasti ada kisah menarik yang kita bisa angkat.  

Inilah kenapa saya tertarik mengikuti workshop "Menulis Sosok sebagai Medium Relaksasi" bersama Kang Pepih Nugraha, pendiri Kompasiana pada sore hari ini (3 Desember 2020) dalam rangkaian Kompasianival 2020 yang dilaksanakan via platform Zoom. 

Saya sendiri berhasil mendapatkan tiket workshop dengan menuliskan pengalaman saya belajar senam artistik bersama mantan pesenam nasional RI Jonathan Sianturi di artikel "Inspirasi Imajeri dari Jonathan Sianturi". Tulisan saya ini berhasil dipilih panitia untuk dibahas dalam workshop dan mendapatkan masukan berharga bagi keterampilan dan pengalaman menulis biografi saya.

Workshop bersama Kang Pepih yang sudah berpengalaman menulis biografi selama bertahun-tahun di harian nasional Kompas ini berfokus pada teknik penulisan biografi untuk blog. Namun, teknik dan kiat-kiat ini bisa juga diaplikasikan untuk menulis buku biografi yang lebih kompleks dan kaya.

Pertama, kita sudah bisa mengumpulkan banyak data mengenai subjek kita. Tapi setelah itu apa? Tidak mungkin kita cuma menuliskan ulang semua data itu. Lalu bagaimana caranya mengajak pembaca tertarik membaca tulisan biografi ini? Bagaimana agar mereka tergugah untuk membaca?

Caranya menurut Kang Pepih ialah dengan menerapkan tema, karakter, plot, setting, konflik, dramatis, resolusi, dan amanat yang pas.

Tanpa menentukan tema, tulisan biografi akan terasa mengambang. Jadi, jangan buru-buru menulis biografi tanpa mengetahui pasti temanya.

Karakter dan plot saling terkait dan menjadi bagian penting dalam biografi. Karakter ialah aktor yang menjadi sorotan. Aktor ini bisa dibagi dalam 4 jenis: protagonis (tokoh utama/ baik), antagonis (tokoh 'jahat'), tritagonis (tokoh penengah), dan figuran (pendukung). Dalam biografi, fokus biasanya terletak pada protagonis. Namun, fokus jangan hanya terus pada protagonis agar biografi lebih variatif.

Plot pada dasarnya bisa dibagi 3: maju, mundur, campuran. Penulis biografi kadang perlu menggunakan alur campuran. Untuk menentukan alur, sadari dulu kekuatan cerita. Apakah lebih tepat dengan menggunakan alur maju, mundur, atau campuran? Untuk itu, bayangkan biografi layaknya adegan-adegan dalam film.

Menurut Christopher Bookers dalam "The 7 Basic Plots: Why We Tell Stories", storytelling/ bercerita ialah bentuk komunikasi yang sangat kuat.

Overcoming the 'Monster' ialah jenis plot biografi yang pertama. Protagonis mengalahkan 'musuh' yang mengancam diri dan lingkungannya. Musuh ini bisa berupa ego sendiri, lingkungan sendiri, tetangga, dan sebagainya. 'Overcoming the monster' ini tepat dan sesuai untuk berbicara tentang keberhasilan meski ada hambatan besar yang harus dihadapi, pelajaran hidup bahwa peristiwa semacam itu bisa terjadi di kehidupan nyata, dan seseorang menjadi lebih kuat dalam mengatasi dan melewatkan kesulitan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN