Mohon tunggu...
Akhlis Purnomo
Akhlis Purnomo Mohon Tunggu... Penulis

Menulis, kesehatan dan olahraga

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Konsumsi Telur Bantu Atasi Risiko Diabetes Tipe 2

24 April 2019   13:33 Diperbarui: 24 April 2019   14:22 0 5 4 Mohon Tunggu...

"Sudah sarapan?"

 Kalau Anda orang Indonesia, mungkin Anda akan menjawab belum jika Anda belum makan nasi.

Tetapi kalau Anda memiliki tingkat risiko menderita diabetes tipe 2 yang tinggi (entah karena gaya hidup yang acak-acakan), sudah dalam kondisi prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal, sebuah 'tren' yang mewabah di kalangan orang-orang muda) atau bahkan sudah dinyatakan dokter memiliki diabetes tipe 2, memilih menu sarapan yang sarat karbohidrat seperti nasi dan variasinya tentu bukanlah tindakan yang bijak.

"Lalu kalau tidak sarapan nasi, saya harus sarapan apa dong?"

Mungkin begitu Anda bertanya lagi jika disuruh menghindari nasi.

Alternatif sarapan yang terbukti secara ilmiah lebih aman dan sehat bagi diabetesi ialah TELUR. Itu karena menurut penelitian dari University of British Columbia, telur sebagai menu sarapan pagi membantu kita mengendalikan kenaikan kadar gula darah.

Peneliti menyarankan penderita diabetes tipe 2 untuk beralih dari menu sarapan yang padat karbohidrat ke menu sarapan pagi yang rendah karbohidrat dan lebih banyak mengandung lemak agar bisa mengendalikan kadar gula darah sepanjang hari.

Telur mengandung sedikit karbohidrat dan lebih banyak didominasi protein sehingga lebih baik bagi diabetesi dibandingkan bahan makanan sarat karbohidrat dari jenis tepung-tepungan (gorengan yang sudah menjadi makanan pokok kita), roti-rotian, sereal, buah-buahan manis dan matang dan sejenisnya.

Mengapa yang dibahas adalah makan pagi? Karena menurut ilmuwan, makan pagi biasanya adalah sesi makan yang paling bermasalah bagi penderita diabetes. Itu disebabkan karena di pagi hari makanan yang dikonsumsi bisa menentukan terjadi tidaknya lonjakan gula darah (blood sugar spikes).

Mengonsumsi makanan yang sarat lemak dan protein di pagi hari merupakan cara sederhana untuk mencegah terjadinya lonjakan tersebut sekaligus meningkatkan kontrol glikemik sepanjang hari dan bisa juga mengurangi komplikasi diabetes yang lain.

Mengapa lonjakan ini harus dihindari? Karena bisa merusak pembuluh darah, mata dan ginjal.

Konsumsi telur selama ini memang dikaitkan dengan risiko kolesterol. Itulah mengapa mungkin sebagian dari penderita diabetes tipe 2 di usia senja masih berpikir sekian kali untuk mengonsumsinya setiap hari.

Namun, jangan cemas karena memakan satu butir telur tiap hari belum tentu menaikkan kadar kolesterol. Konsumsi telur sebutir sehari justru membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 pada mereka yang belum sampai divonis menderita penyakit degeneratif ini. Ini bukan sekadar dugaan saja. Studi oleh tim penelitian dari University of Eastern Finland membuktikannya. Subjek penelitian ialah para pria usia paruh baya. Temuan ini dipublikasikan di "Molecular Nutrition and Food Research". 

Jadi, masih ingin sarapan nasi uduk langganan atau memilih telur saja? Pilihan ada di tangan kita. (*/)

KONTEN MENARIK LAINNYA
x