Mohon tunggu...
Akhlis Purnomo
Akhlis Purnomo Mohon Tunggu... Penulis

Menulis, kesehatan dan olahraga

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

TNI AU Mulai Gunakan Sensor Leonardo

8 November 2016   11:22 Diperbarui: 8 November 2016   15:07 0 0 0 Mohon Tunggu...

Ada berita baru dari ranah pertahanan udara kita. TNI Angkatan Udara kini lebih maksimal melindungi teritori Indonesia yang begitu luas dengan mengadopsi teknologi terkini. Baru-baru ini TNI AU telah memasang sensor pesawat terbang digital dalam pesawat-pesawatnya. Sensor ini digunakan untuk tujuan intelijen, pengawasan dan penelitian militer di suatu daerah tertentu untuk menemukan musuh atau objek-objek penting lain.

Nama sensor canggih ini ialah Leonardo. Sebuah pesawat TNI AU jenis CN-235 yang bertugas mengawasi wilayah perairan nusantara menjadi objek penerapan teknologi sensor Leonardo yang dirilis perusahaan bernama Leonardo-Finmeccanica. Menurut Wikipedia, perusahaan asing ini berasal dari Italia dan bergerak pada bidang penerbangan multinasional, pertahanan dan keamanan. Leonardo-Finmeccanica bertindak sebagai kontraktor bagi klien-klien penting di seluruh dunia. Mereka terilhami oleh Leonardo da Vinci, ikon kreativitas dan inovasi kaliber dunia (LinkedIn).

Dikutip dari laman upi.com, pihak perusahaan teknologi tersebut menyatakan program modifikasi ini dipimpin PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan perusahaan ASIntegrated Surveillance and Defense(ISD). Sistem sensor SAGE mereka diklaim bisa mengidentifikasi lokasi pemancar frekuensi radio dari satu pesawat terbang, seperti radar pengendali tembakan rudal ke udara. 

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan pertahanan wilayah Indonesia yang begitu luas sehingga kerap membuat kewalahan TNI untuk diawasi secara ketat. 

Pesawat pertama CN-235 milik TNI AU tersebut dipasangi sensor cerdik tersebut pada tahun ini. Sensor Leonardo akan diintegrasikan dengan sistem misi taktis pesawat secara umum. 

Sebagai kontraktor, Leonardo-Finmeccanica yang bermarkas di Roma itu bekerjasama dengan PT DI dan ISD untuk merealisasikan kemampuan baru ini pada TNI AU.

Sebagai catatan, saat ini sistem sensor SAGE baru diaplikasikan pada helikopter-helikopter milik pemerintah Korsel dan direncanakan akan masuk ke Brazil pada tahun 2017.

Yang patut menjadi catatan dari langkah kemajuan ini ialah berita yang kurang mengenakkan dari perusahaan Italia tersebut. Menurut laman defensenews.com, bulan lalu sang CEO Mauro Moretti dikenai tuntutan pidana 16 tahun oleh jaksa penuntut umum di negerinya setelah terjadi kecelakaan kereta api tragis saat ia masih menjabat sebagai pimpinan badan perkeretaapian Italia. Sebanyak 32 nyawa melayang di kota Viareggio setelah sebuah kereta kargo berisi gas alam cair mengalami tabrakan dan meledak.

Dunia pertahanan Indonesia sebetulnya menggeliat tetapi luput dari pemberitaan dan fokus masyarakat dalam negeri sendiri. Misalnya saja tidak banyak media membahas berita mengenai perusahaan Turki FNSS dan PT Pindad dari RI yang baru-baru ini menjalin kerjasama menelurkan desain bersama untuk tank berbobot sedang. Keduanya bahkan sudah memulai produksi purwarupa tank tersebut. Tank ini diklaim memiliki perlindungan dari ranjau dan rudal balistik, berbagai serangan tembakan, sistem pengendali elektronik canggih dan sistem suspensi terbaru (Upi.com). 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x