Mohon tunggu...
Mas Han
Mas Han Mohon Tunggu... Administrasi - Penikmat Kopi dan Belajar Menulis

Arkeolog, Peneliti, Penikmat Kopi, Pecandu Senja, Pencinta Telaga, Belajar Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Air Kata-kata

12 Agustus 2021   08:25 Diperbarui: 12 Agustus 2021   16:05 222 28 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi: Air Kata-kata
Ilustrasi Puisi : Air Kata-Kata. Sumber : Dokumen pribadi

Kepada air kata-kata aku tumpahkan aura malam yang tenang. Sebelum buih di pantai membawanya ke dalam lengang. Air kata-kata yang disuling dari buah nira, dilahirkan dari masa lalu keterasingan. Jejaknya selalu menghangatkan malam penuh rindu di keheningan.

Air kata-kata mengalir mewakili semua rasa yang kehabisan kata-kata. Ditinggal mati cinta di tengah belantara. Lalu airnya yang pekat, mengabarkan malam yang rindu sarat. Kepada semua kasih yang  terjerat. 

Air kata-kata tentang kebisuan yang diungkapkan pelan-pelan. Mengikuti irama detak jantung dan aliran darah dalam nadi perjalanan. Juga tarikan nafas yang berat. Membincangkan tentang rindu dan cinta yang lara. Hampir sekarat.  

Air kata-kata, mengalir tenang dan membawa kita ke lelap. Tanpa riuh dan gegap. Dalam air kata-kata, malam menjadi bunyi syahdu. Suaranya merdu seperti desau dalam rimbun perdu. 

Air kata-kata dilahirkan pada malam-malam yang sunyi. Mengajarkan tentang bagaimana menikmati sepi. Menghidupkan raga yang dahaga pada jiwa yang sahaja. Apa adanya. 

Catatan : Air Kata-kata, adalah istilah untuk menyebut minuman tradisional beralkohol, khas Minahasa, yang populer dengan sebutan CeTe - Pinaraci

Mas Han. Manado, 13 Agustus 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan