Mohon tunggu...
Mas Han
Mas Han Mohon Tunggu... Administrasi - Penikmat Kopi dan Belajar Menulis

Arkeolog, Peneliti, Penikmat Kopi, Pecandu Senja, Pencinta Telaga, Belajar Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Kemarin yang Hilang

13 Juli 2021   12:18 Diperbarui: 13 Juli 2021   12:46 180 22 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Kemarin yang Hilang
Ilustrasi Puisi : Kemarin Yang Hilang. Sumber: popmama.com

Kemarin, ku tanam pohon kenangan yang ku pungut di setiap jengkal perjalanan. Dalam setiap tapak waktu yang saling berburu di tengah belantara rindu. 

Dalam sunyi lengang kisah yang selalu menanti khabar. Yang dibawa camar, terbang dari perbukitan menuju kampung yang dulu riuh. 

Kemarin, kampung riuh oleh canda tawa anak-anak di jalan dan pematang sawah. Canda yang menanam harapan, bersua matahari yang menghangatkan hari yang lelah. 

Kemarin yang penuh mentari itu, kini telah hilang. Dan anak-anak kampung kehilangan pagi yang cemerlang. 

Dalam kerisauan, pagi cemerlang menghilang. Berganti mendung dan rindu yang berabu,  dalam kisah yang membisu. 

Kemarin yang hilang, kini menanti pagi cemerlang, kembali datang. Menepis dingin dan rindu yang berabu. Lalu esok, mentari pagi menyemai kehangatan yang berpelukan. 

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x