Mohon tunggu...
Mas Han
Mas Han Mohon Tunggu... Administrasi - Penikmat Kopi dan Belajar Menulis

Arkeolog, Peneliti, Penikmat Kopi, Pecandu Senja, Pencinta Telaga, Belajar Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi : Masa Lalu

5 Juli 2021   14:35 Diperbarui: 5 Juli 2021   15:38 144 20 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi : Masa Lalu
Iustrasi Puisi: Masa Lalu. Sumber: steemit.com

Masa Lalu

Kita belum meninggalkan masa lalu,
pada perjalanan hari ini yang belum usai
Tapi tak perlu ragu,
hari esok pastikan arah yang hendak dituju,meski kisah baru saja dimulai

Waktu akan ditanggalkan,
dalam ingatan.
Kelak, kita akan berjalan di lorong waktu
yang tak kita kenal seperti apa hari ini,
dan jarak kita tinggalkan

Tapi waktu adalah putaran jam
seperti putaran bumi,
yang tak pernah berhenti
dan kita tidak mengerti
dari mana semua dimulai

Menghitung jarak antar zaman
kita tak tahu dari mana semua dimulai.
Dari tepi timur diawali, hingga tepi barat kita berhenti.
Namun entah sudah berapa jauh,
kita melangkah meninggalkan waktu,
semua terpahat di kepala dan mata setiap zaman

Hari ini adalah masa lalu bagi esok
juga minggu, bulan dan tahun depan.
Masa lalu akan sampai di masa depan
dan masa depan akan menjadi masa lalu.

Masa lalu hidup di setiap zaman.
Waktu terus berjalan, dan kita masih berhenti. Sementara masa lalu ada di setiap waktu, hari ini atau yang akan datang. 

Waktu membakar ingatan
dan kita kehabisan tujuan.
Kita masih saja menghitung jarak
sementara waktu terus berjalan.

Jarak akan kita tinggalkan, dan
waktu akan kita tanggalkan.
Tapi masa lalu akan selalu dipahatkan
di setiap kepala dan mata zaman

Mas Han. Manado, 5 Juli 2021

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x