Mohon tunggu...
Wuri Handoko
Wuri Handoko Mohon Tunggu... Penikmat Kopi dan Belajar Menulis

Arkeolog, Peneliti, Penikmat Kopi, Pecandu Senja, Pencinta Telaga, Belajar Menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Wonderful Indonesia Melalui Mahakarya Borobudur sebagai Panggung Musik Abadi

20 April 2021   16:13 Diperbarui: 21 April 2021   13:26 460 32 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wonderful Indonesia Melalui Mahakarya Borobudur sebagai Panggung Musik Abadi
Relief-relief alat musik di Borobudur. Sumber: Kebudayaan. Kemdikbud

Wonderful Indonesia, melalui borobudur sebagai pusat musik dunia sejak ribuan tahun lalu. Melalui representasi sound of borobudur, menghidupkan kembali dan menjelmakan kembali borobudur sebagai panggung orkestra musik nan abadi

Ya, tak terbantahkan, Borobudur pusat musik dunia sejak abad 8 Masehi yang lalu. Jadi setidaknya sudah sekitar 1300an tahun atau 13 abad lalu, Borobudur telah menjadi panggung orkestra musik nan abadi yang perna ada di dunia. Borobudur pusat musik dunia, telah hadir sejak abad 8 masehi, ketika bangsa kita memasukan masa sejarah klasik hindu-budha. 

Musik adalah sebuah cita rasa seni yang tinggi, yang dihasilkan oleh naluri dan kecerdasan berpikir manusia pencipta musik itu sendiri. Cita rasa tinggi tentang keindahan dan harmoni. 

Lalu diungkapkan melalui karya seni musik yang indah dan menggetarkan hati nurani. Kemudian manusia menciptakan alat musiknya, untuk menerjamahkan dari ungkapan hati tentang keindahan dan harmoni itu. 

Citarasa seni dan budaya nusantara, adalah seni dan budaya adiluhung yang membumi, dan menjadi mozaik kaya warna dari awal perjalanannya hingga kini yang menghias dunia. 

Kreasi seni musik itu lalu diterakan di relief Borobudur, sebagai monumen abadi untuk mengabarkan pada dunia dan sang waktu, yang terus berlalu, bahwa peradaban nusantara, peradaban Indonesia adalah peradaban yang besar dan pusat peradaban musik dunia. 

Selain itu, relief Karmawibhangga Borobudur, melukiskan gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa kuno, termasuk aktifitas kesenian, baik kesenian musik maupun tari.

Lebih dari 10 panel relief Karmawibhangga menggambarkan penggunaan 4 jenis alat musik, yaitu jenis idiophone (kentongan dan kerincingan), membraphone (gendang, kentingan), chardophone (alat musik dawai/senar petik dan gesek), dan jenis alat musik aerophone (alat musik tiup) (Bachtiar Jannan, 2016 dikutip dari japungnusantara). 

Relief alat musik candi borobudur laksana panggung musik dunia yang mendidik, mencerahkan, dan mencerdaskan sekaligus menghibur. Memberi pengetahuan dan juga kekayaan citarasa seni dan budaya Indonesia.Indonesia yang termasyur, harum baunya, semerbak mewangi karena kekayaan seni dan budayanya, juga kecerdasan masyarakatnya. 

Warisan budaya leluhur yang agung, budaya yang menakjubkan juga membanggakan. Sound of Borobudur adalah inspirasi hati dan juga imajinasi yang begitu tinggi, impresif dan lahir sebgaai bentuk apresiasi terhadap mahakarya musik abadi yang lahir pada masayarakat Jawa Kuno yang diterakan melalui relief borobudur, mahakarya seni musik yang melahirkan apresiasi yang tak ada habisnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN