Mohon tunggu...
Wuri Handoko
Wuri Handoko Mohon Tunggu... Administrasi - Peneliti dan Penikmat Kopi

Arkeolog, Peneliti, Belajar Menulis Fiksi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bersama Arkeolog WNA, Produktif Bersama

24 Januari 2021   19:52 Diperbarui: 24 Januari 2021   23:37 1092
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi kerjasama penelitian arkeologi Puslit Arkenas dengan Griffith University (Dok. Arkenas). Sumber: Majalah Tempo

Lebih lengkapnya untuk informasi di atas, baca "Perintis Arkeologi, Beberapa Tokok Peletak Dasar-Dasar Arkeologi Indonesia" (Bambang Budi Utomo, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional). 

Tokoh-tokoh peletak dasar-dasar arkeologi Indonesia. Dari kiri ke kanan: J.L.A Brandes, N.J Krom, FDK Bosch dan WF Stuterheim. Sumber: http://djuliantosusantio.blogspot.com/
Tokoh-tokoh peletak dasar-dasar arkeologi Indonesia. Dari kiri ke kanan: J.L.A Brandes, N.J Krom, FDK Bosch dan WF Stuterheim. Sumber: http://djuliantosusantio.blogspot.com/
Pendek kata, para arkeologi mancanegara, adalah arkeolog WNA yang menjadi partner untuk produktif bersama, baik dalam kerjasama penelitian arkeologi maupun publikasi ilmiah arkeologi. 

Bahkan sejak kerjasama penelitian dan publikasi ilmiah yang tersebar di berbagai jurnal ilmiah bereputasi, Indonesia mencatatkan empat tokoh arkeologi Indonesia sebagai yang paling berpengaruh di dunia. 

Untuk referensi ini silakan baca berita  "Arkeolog Indonesia Masuk dalam Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia" (Kompas). Atau baca pula berita dari Goodnews From Indonesia berjudul " 4 Arkeolog Indonesia Ini Dinobatkan Sebagai Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia" (GoodNewsFromIndonesia). 

Ilustrasi, Wahyu Saptomo dan Jatmiko, peneliti senior Puslit Arkenas, dua dari empat arkeolog paling berpengaruh di dunia. Sumber: Good News
Ilustrasi, Wahyu Saptomo dan Jatmiko, peneliti senior Puslit Arkenas, dua dari empat arkeolog paling berpengaruh di dunia. Sumber: Good News
Popularitas para arkeolog Indonesia itu tak dapat dipungkiri justru karena andil dan peran para bule arkeolog, yang melakukan penelitian arkeologi di Indonesia. Diantaranya yang paling populer adalah almarhum Mike Morwood, seorang arkeolog dari Universitas Wolonggong, Australia. 

Mereka para peneliti arkeologi Indonesia, dibawah payung Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, melakukan penelitian kolaborasi dengan Mike Morwood dan temuannya yang paling spektakuler dan mengguncang dunia sains arkeologi dengan temuan Homo Florensiensis (Manusia Kate dari Flores), yang hingga kini terus diteliti. 

Yang jelas, para arkeolog asing itu diakui sangat berkonstribusi bagi perkembangan dunia arkeologi di Indonesia. Bahkan, atas kerjasama penelitian arkeologi itu, kemudian semakin berkembang dalam bentuk kerjasama pengembangan dunia pendidikan arkeologi di Indonesia. 

Sudah banyak, para putra dan putri Indonesia mendapat beasiswa studi arkeologi di luar negeri, diantaranya Australia, Perancis, Belanda maupun Amerika, berkas kerjasama penelitian arkelogi antara pemerintah Indonesia. 

Kerjasama itu melalui Kementerian Ristek Dikti, Pusat Penelitian Arkeologi Indonesia dengan universitas-universitas luar negeri yang melakukan kerjasama riset dengan lokus penelitian di Indonesia. 

Mike Morwood, arkeolog Australia yang menemukan Homo Florensiensis bersama arkeologi Puslit Arkenas, Indonesia. Sumber: Sains Kompas
Mike Morwood, arkeolog Australia yang menemukan Homo Florensiensis bersama arkeologi Puslit Arkenas, Indonesia. Sumber: Sains Kompas

Di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sendiri, setiap tahunnya tercatat puluhan kerjasama penelitian arkeologi dengan pihak universitas maupun lembaga penelitian arkoelogi luar negeri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun