Mohon tunggu...
Wulung DianPertiwi
Wulung DianPertiwi Mohon Tunggu... O, Rabb, increase me in knowledge

O, Rabb, increase me in knowledge [Quran Surah Thahaa:114]

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pendaftaran HSI Abdullah Roy Angkatan 2021

2 Desember 2020   22:33 Diperbarui: 2 Desember 2020   23:20 311 1 0 Mohon Tunggu...

Kalau Allah menganugerahkan umur panjang dan kita sampai di angka 81 tahun, apa saja yang akan kita kerjakan? Apapun rancananya, coba bandingkan dengan kesibukan Ibu Djuairiah Latuconsina, 81 tahun, dari Pondok Kopi, Jakarta Timur. Nenek Mama, begitu beliau akrab disapa, tidak meninggalkan menuntut ilmu agama. Bahkan salah satu kelompok belajar yang beliau ikuti, memberlakukan seluruh kegiatan belajar melalui media online.

Ini hebat, menurut saya, karena umumnya beliau-beliau yang berusia senior akan menghindar dari pengoperasian gadget yang rumit. Kalau akhirnya Nenek Mama bisa, bukan karena Nenek Mama sudah familier mengakses internet, pun mengoperasikan smartphone, sebelumnya. Sebab utamanya, karena semangat beliau menimba ilmu yang besar, sehingga apapun yang harus beliau hadapi, beliau pantang menyerah. "Bagi Nenek Mama, belajar agama itu harus terus, selama belum pikun," begitu wejangan beliau.

Di angkatan termuda HSI saat ini, atau angkatan kedua tahun 2020, Nenek Mama adalah peserta paling senior usianya. Cerita beliau yang selalu mendokumentasikan sendiri ilmu aqidah dari HSI menjadi tulisan, kemudian kebiasaan beliau murajaah atau mengulang-ulang mempelajari ilmu dengan jadwal ketat yang sengaja beliau adakan, sampai perjuangan beliau mengikuti evaluasi melalui web dengan segala tata tertibnya dan waktu yang terbatas, sudah tersiar ke seluruh peserta melalui Majalah HSI dan semestinya menjadi teladan.

Lain lagi cerita saya. Saya belajar di HSI juga. Saya kenal HSI, dua tahun lalu, kalau tidak salah, atau Desember 2018. Sebenarnya tidak ada seorangpun yang menyarankan ikut HSI kepada saya, tidak ada pula yang mengenalkan. Qadarullah, tiba-tiba saja, saya menemukan pengumuman pendaftaran belajar aqidah Islam secara daring, di HSI. 

Tertera nama Dr. Abdullah Roy, M.A. sebagai pembimbing dan saya langsung yakin ingin mendaftar. Dr. Abdullah Roy adalah ulama dan beliau khusus mempelajari aqidah terutama pada jenjang S2 dan S3 beliau, di Universitas Islam Madinah.

Waktu hari pendaftaran, saya takjub dengan banyaknya pengunjung web HSI yang hingga ratusan ribu pada detik itu saja. Ditambah, mereka bukan cuma dari Indonesia, tapi bahkan dari negeri-negeri Arab yang notabene pusat penyebaran Islam. 

Tiga besar negara asal pengakses situs hari itu, terekam jelas dan ditampilkan di halaman utama. Ada Indonesia, Malaysia, disusul Arab Saudi. Peringkat di bawahnya masih ada Singapura, Brunei, Hongkong, dan Kuwait seingat saya. Saya rebutan mendaftar dengan ratusan ribu calon lain, bahkan mungkin jutaan, karena kuota peserta terbatas.

Saking sibuknya situs HSI waktu pendaftaran, saya harus mengulang-ngulang mengirim formulir, karena waktu itu, memang demikian prosedurnya. Alhamdulillah, akhirnya saya dapat juga balasan dari tim admin HSI, yang mengabarkan formulir saya telah mereka terima, dan menuju proses pendataan. 

Saya menunggu sepekan kurang lebih, sampai akhirnya, saya diundang masuk ke dalam sebuah grup WhatsApp (WA). ART191-01 itu nama grup WA yang akhirnya menjadi kelas, menjadi tempat, saya menimba ilmu di HSI, sejak waktu itu hingga hari ini.

Beralih ke cerita jaringan, HSI punya jaringan demikan besar dan luas karena peserta bukan hanya mereka yang tinggal di Indonesia. Di Toronto, misalnya, untuk angkatan baru, ada Mba Poppy Azwir. 

Beliau ini mantan pramugari Yemen Airways, kemudian juga Ras Al Khaimah (RAK) Airways. Mba Poppy kelahiran Tangerang 1978. Sejak menikah, beliau pindah ke Kanada ikut suami yang warga negara sana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x