Mohon tunggu...
wulanekah
wulanekah Mohon Tunggu... Freelance

Nulis adalah obat | Belajar menuangkan kegelisahan dalam tulisan | Berharap tulisan yang masih amburadul ini bermanfaat bagi yang membaca | IG dan Twitter : @wulanekah |

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerita Hijrah Alfa, Berpindah pada Hati yang Baru

24 September 2020   22:01 Diperbarui: 24 September 2020   22:06 65 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerita Hijrah Alfa, Berpindah pada Hati yang Baru
Sumber gambar : Meme di Twitter (Ist)

Ususku kembali menyalakan tanda. Rupanya segelas avocado juice dan seporsi nugget pisang masih kurang memuaskannya. Obrolan panjang pelepas rindu membuat makanan seperti hanya numpang lewat dan bertransformasi jadi energi suara.

Setelah memesan makanan lagi, aku kembali ke bangku teman-teman lamaku. Disana ada Alfa dan Rinto.

Bertemu teman lama selalu membuatku mindblown. Ada saja kelakuan random mereka yang diluar nalar. Seperti Alfa misalnya. Siapa yang akan menyangka kalau cowok penggemar outbond ini akan 'hijrah'. Begitulah tampilan story medsosnya kini. Setiap hari selalu menyinggung tentang hijrah.

Sebenarnya aku juga tak tahu arti 'hijrah'. Butuh merenungkan secara filosofis, agar tidak sesat pikir. Tapi ada yang membuatku bertanya, kenapa ramai sekali ya anak muda yang memproklamirkan dirinya berhijah lewat postingan akhir-akhir ini?

Menurutku tak perlu butuh divalidasi,  setiap orang sepertinya tetap akan berhijrah setiap harinya. Menjadi pribadi baru yang lebih baik. Tanpa harus mengoarkan melalui media sosial atau alat untuk mencari pengakuan lainnya. Kupu-kupu yang cantik juga tak perlu mengoarkan kalau dirinya telah hijah dari sosok ulat. Biarkan orang melihat, tanpa perlu kita tunjukkan. Ah tapi entahlah, itu menurutku saja.

Aku menahan hasrat bertanya pada Alfa , tapi nunggu momen yang tepat. Apalagi aku tahu fakta yang menarik, Alfa habis mutusin pacarnya dari SMA dengan alasan mau hijrah. Wahh..bukan hal yang gampang ini sih ya, melihat bagaimana lengketnya mereka jaman sekolah dulu.


***

Baru saja aku menyusun pertanyaan yang cocok untuk Alfa. Riyanto secara agresif menyerang pertanyaan duluan. "Al...kamu kayaknya sekarang udah hijrah ya? Kamu juga sering kan memposting tentang ta'aruf?"

 "I..iya Yan..emangnya kenapa?", jawab Alfa.

Riyanto menambahkan, "Ah enggak papa.. Aku mau tanya.. Tapi jangan marah ya? Begini, aku denger cerita dari Manda kalau kamu abis mutusin dia tahun lalu. Katanya kamu mau hijrah. Kamu mau ta'aruf nantinya kalau serius ingin menikah."

Alfa dengan malu-malu menjawab, "Iya. Bener kok cerita itu. Emang aku udah sadar kalau pacaran hanya nambah-nambahin dosa. Apalagi kan godaannya besar. Mendingan ta'aruf aja yang sesuai sama ketentua agama."

"Lalu..kenapa kamu nge-WA Trisna Fa? Kamu katanya ngechat meminta dia nikah?", Riyanto melanjutkan introgasinya.

Aku kaget dan auto ngablak, "Hah...sumpah kamu Al? Kamu nge-WA Trisna? Trisna kan sahabatnya Manda? Mereka satu organisasi Al dulunya. Inget nggak kamu?"

Aku menambahkan, "Walaupun barbar begini, aku tetep ngerti ya esensi ta'aruf. Aku punya temen kuliah yang kegiatan sampingannya jadi remas Al. Dari dia, aku tau kalau konsep ta'aruf tuh kamu gak boleh berhubungan langsung sama lawan ta'aruf kamu, walaupun lewat HP. Pakai perantara Al. Bahkan ada yang pakai surat lamaran segala. Gimana bisa kamu ngechat cewek itu? Mana itu sahabat mantanmu sendiri lagi? Gila kamu Al."

Riyanto menambahkan, "Dengerin tuh Al. Kamu tuh udah hijrah. Tiap hari postingan kamu juga bahas kajian agama yang bicarain gitu-gitu. Apa maksudnya coba nge-WA Trisna dengan bilang kalau kamu tertarik sama dia, pengen ngejadiin dia sebagai istri kamu. Kamu ngajak ta'aruf. Gak gitu Al cara mainnya. Gak gitu. Cobak pikir ulang gimana konsep ta'aruf? Udah bener sama yang Lu lakuin? Mana dia sahabatnya mantanmu. Pliss lah Al."

Alfa yang dikritik terang-terangan oleh kedua temannya tak bisa berkutik lagi. Dia hanya terdiam lama, berfikir. Baru dia sadari, ternyata selama ini, apa yang dia repost jadi story medsos tentang hijrah, tentang ta'aruf belum sepenuhnya dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mulai merasa malu. Tapi untuk urusan percintaan duniawi, dia masih bertanya-tanya apa salahnya jika tertarik dengan sahabatnya mantan.

"Memangnya salah ya guys, tertarik sama sahabatnya mantan sendiri?", Alfa masih mencoba mempertahankan argumen.

Riyanto dengan santai menjawab, "Kalau aku sih...kalau aku ya Al? Cowok tuh punya brocode sendiri, yang jadi aturan gak tertulis sebagai norma dalam 'dekat mendekati' seseorang, yang pernah berhubungan sama orang-orang di sekitar kita. Kalau aku sih, BIG NO. Aku respect sama mantan aku. Aku gamau kalau suatu hari hubungan antara aku, mantanku, dan sahabatnya mantanku itu jadi renggang. Aku orangnya nggak enakan, apalagi kalau aku yang nyebabin itu. Nggak banget kalau aku lho ya?"

Alfa hanya terdiam sambil menghisap dalam-dalam rokok dalam selah jarinya. Baru malam ini dia merasakan begitu banyak tamparan.

***

"Bukankah hijrah seharusnya berpindah hati menuju jalan Tuhan? Bukan hanya tentang berpindah hati pada perempuan dengan menggunakan narasi religi?"


Kota Malang, 24 September 2020
(sebuah kritik satir, terinspirasi dari kejadian nyata)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
24 September 2020