Mohon tunggu...
Sosbud Pilihan

Women Hero 2.0 Universitas Airlangga Apresiasi Perjuangan Perempuan Kontemporer untuk Indonesia

30 Oktober 2017   01:47 Diperbarui: 30 Oktober 2017   02:06 0 0 0 Mohon Tunggu...
Women Hero 2.0 Universitas Airlangga Apresiasi Perjuangan Perempuan Kontemporer untuk Indonesia
dokpri

(29/10) Universitas Airlangga memiliki acara tahunan WOMEN HERO yang sudah diadakan di tahun kedua. Acara semakin spesial karena dimeriahkan dengan talkshow perempuan-perempuan kontemporer yang telah menjadi influencer bagi kaum perempuan disekitarnya. Seperti Ibu Niken dari Deputi Persamaan Gender, Kementrian Pemberdayaan Perempuan,Suraiya Kamaruzzaman, Genie Anggita, Marrie Elizabeth dan Dee Lestari.


Acara persembahan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan BEM UNAIR ini disambut baik oleh mahasiswa baik dari UNAIR maupun kampus-kampus lain di Indonesia, dibuktikan oleh peserta seminar yang berasal dari berbagai Universitas maupun LSM. Tema yang menarik dan penting inilah yang memberikan nafas baru bagi audiensnya.


Talkshow yang diangkat mulai dari masalah-masalah perempuan dan usaha yang telah dilakukan untuk kebebasan serta kesetaraan perempuan disegala aspek. "Kita sebagai perempuan jangan jadi beban pembangunan tetapi jadilah bagian dari pembangunan itu sendiri." Kata ibu niken. Sehingga kesadaran untuk memberikan sumbangsih kita untuk Negara maupun perempuan itu sendiri dapat dilaksanankan.


"Jangan main-main dengan peran yang dapat kita perankan." Kata Suraiya Kamaruzzaman seorang aktivis perempuan di Aceh. Beliau menggambarkannya dengan kisah bunda Thomas Alfa Edison yang dapat menddik sendiri anaknya menjadi seorang yang hebat.


Lalu ada motivasi dari Genie Anggita seorang creative director yang telah memberikan ide dan pengetahuannya tentang design untuk beberapa tempat di Indonesia. Prestasi dan profesin yang menarik sebagai perempuan masa kini. Dan seorang pengusaha muda Marrie Elizabeth yang dapat mencapai kesuksesannya sebagai dibawah usia 30 tahun.


Penghargaan untuk beberapa wanita yang telah menjadi influencer bagi golongannya juga diberikan dari UNAIR sebagai apresiasi keberhasilan mereka. Kehebatan wanita-wanita ini membuktikan wanita juga dapat menjadi agen perubahan suatu bangsa.
Acara diakhiri dengan talkshow dengan Dee Lestari, penulis buku Perahu Kertas. Acara semakin meriah karena antusiasme audiens. Kesempatan yang jarang ini dimanfaatkan para peserta seminar untuk menanyakan bagaimana pandangan wanita kontemporer harus bertindak pada masa ini. Dan semuanya dijawab dengan memuaskan oleh Dee Lestari.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x