Mohon tunggu...
WON Ningrum
WON Ningrum Mohon Tunggu... Konsultan - Peace of mind, peace of heart...

Hello, welcome to my blog!

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Ubah Cara Pandang Melihat Masalah agar Tak Ada Lagi Rasa Pesimis

8 Mei 2020   00:07 Diperbarui: 8 Mei 2020   00:05 679
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi gambar: freepik.com

Siapa yang di dalam hidup ini tidak pernah mendapatkan masalah atau ujian kehidupan? Jawabannya saya yakin, tidak ada.

Apa yang saya pelajari lewat Kitab Suci saya bahwa sejatinya hidup selalu bersanding dengan ujian.

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut, 29: 2)

Atau di dalam Surat lain disebutkan:

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit katakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar". (QS. Al-Baqarah, 2: 155)

Kalau kita sudah menyadari bahwa hidup ini tak lepas dari ujian, maka sesungguhnya ujian itu adalah rahmat dari Allah untuk menaikkan level kehidupan kita. Maka kita juga diminta untuk bersabar.

Bukankah siswa yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) perlu melalui ujian untuk naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi, yakni jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)?

Begitu seterusnya, fase ujian demi ujian yang kita lalui akan terus menaikkan level kita sampai ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), ke jenjang Sarjana, ke jenjang Pascasarjana, dan seterusnya.

Uniknya lagi, dari setiap ujian ini kita tidak perlu takut, karena setiap ujian ini (baik itu dari contoh level pendidikan di atas maupun dari setiap ujian di level kehidupan) tidak akan lepas dari kesanggupan kita sebagai manusia. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci Al-Quran:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". (QS. Al-Baqarah, 2: 286)

Sampai di sini, apakah sudah mudah bagi kita untuk memahami logika berpikirnya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun