Mohon tunggu...
Wina Ramadhani
Wina Ramadhani Mohon Tunggu... Freelance Writter

Berhenti bekerja formal pada pertengahan Februari 2020 dan saat ini sedang gencar-gencarnya mencari kegiatan yang disenangi seputar hak asasi manusia, perempuan, lingkungan, anak, dan psikologi.

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Dua Hal Penting Perihal Terlambat Bayar Pinjol

28 Maret 2020   07:30 Diperbarui: 28 Maret 2020   07:37 51 0 0 Mohon Tunggu...

Teknologi memudahkan banyak hal. Segala sesuatu kini bisa dilakukan daring (online). Di sektor keuangan, kemudahan yang diberikan oleh teknologi beragam bentuknya, semisal adanya aplikasi mobile banking atau internet banking yang disediakan oleh perbankan. Masih di sektor yang sama, namun bagian pelayanan yang berbeda, kini sudah sangat mudah ditemukan layanan pinjaman untuk masyarakat tanpa harus datang ke bank dan memberikan agunan.

Pinjaman online atau pinjol, istilah ini yang populer di masyarakat untuk menyebutkan perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa pinjaman kepada masarakat dengan hanya bermodalkan kartu identitas, data pekerjaan, dan nomor kontak darurat. Pelayanan ini mudah didapatkan karena peminjam hanya perlu mengunduh aplikasi dan menguggah data yang diperlukan. Tidak perlu menunggu berhari-hari, pinjol bahkan memberikan pinjaman dalam hitungan jam.

Namun, ternyata ini banyak memakan petaka bagi peminjam. Banyak kasus gagal bayar yang terjadi. Ini karena bunga yang dikenakan pada peminjam cukup besar dengan tenor yang singkat. Untuk peminjam pertama dengan pendapatan yang tidak jauh dari UMR tempat tinggal, biasanya tenor yang ditawarkan mulai dari 14, 21, 28, atau 30 hari. Jika nasabah sudah meminjam berkali-kali pada aplikasi yang sama, barulah mereka bisa mendapat tawaran kenaikan limit pinjaman atau tenor yang lebih lama.

Jika sudah terjadi gagal bayar, maka teror yang akan diterima oleh peminjam. Kasus ini tidak hanya satu dua terjadi. Sudah ada beberapa berita nasabah yang bunuh diri karena terlilit oleh utangnya di banyak aplikasi pinjaman online. Teror yang diterima beragam cara, melalui pesan singkat, telepon masuk ke nomor pribadi, telepon masuk pada kontak darurat yang dicantumkan, bahkan hingga kunjungan debt collector ke lokasi kerja atau ke alamat rumah.

Teror atas keterlambatan inilah yang meresahkan. Jika Anda sudah mengalaminya, sudah pasti anda akan pusing, tengkuk terasa panas, dan tidak bisa berkonsentrasi pada kegiatan. Inilah yang membuat banyak peminjam akhirnya mengunduh aplikasi lain dan membuka "lubang" baru untuk menutupi "lubang" lamanya. Hasilnya, utang bukan justru teratasi, malah terpikirkan untuk bunuh diri.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika terjerat utang pinjaman online. Saya akan jabarkan semampu saya dan sesuai dengan pengalaman saya,

Jangan panik, lakukan negosiasi

Panik adalah target utama para penagih (debt collector), mereka menginginkan nasabah ketakutan dan akhirnya mudah mengucapkan janji pembayaran. Jika Anda mengucapkannya dan tidak bisa menepati janji, maka janji itu akan jadi serangan untuk Anda. Mereka kerap kali mengatakan "saya sudah merekam perkataan Anda" untuk mengancam.

Anda perlu tenang, jelaskan pada penagih kenadala Anda, jika memang Anda sudah punya kepastian waktu serta dana untuk membayar, sebutkan pada penagih. Jika belum, jangan pernah mengiyakan apapun yang belum bisa Anda pastikan. Intinya, Anda harus tenang. Berbicaralah sejujurnya, jelaskan, dan tanggapi penagih dengan jawaban berlogika. Ini yang saya sebut dengan negosiasi, negosiasikan tanggal pembayaran Anda agar mereka tidak terus menghubungi. Jika mereka tidak terima karena Anda tidak memberikan kepastian, kuatlah, karena itu kenyataannya. Hadapi terus telepon yang masuk setiap harinya.

Jika upaya negosiasi dengan pihak penagih tidak dapat dilakukan. Carilah kontak customer service perusahaan tersebut, tanyakan pada petugas apakah ada kebijakan keringanan denda/bunga atau restrukturisasi. Jika customer service tidak bisa memberikan Anda jawaban, mintalah alamat surel (email) penyedia layanan pinjaman tersebut.

Kirimkan email yang berisikan alasanmu tidak bisa membayar, jika kamu punya bukti, silakan dilampirkan. Biasanya, perusahaan memberikan syarat tertentu. Sekiranya juga ada syarat yang tidak bisa Anda penuhi, negosiasikan kembali. Tapi ingat, Anda tidak boleh malas untuk berjuang melengkapinya, Anda harus berjuang dan bersikap adil. Jika jalan negosiasi ini tidak bisa juga Anda tempuh, satu-satunya cara ialah mencari sekuat tenaga pinjaman tanpa bunga. Anda bisa dapatkan melalui meminjam pada saudara atau teman, serta menjual barang. Terpenting, jangan pernah membuka utang pada aplikasi baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN