Mohon tunggu...
Wiwin Zein
Wiwin Zein Mohon Tunggu... Freelancer - Wisdom Lover

Tinggal di Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Gempa Cianjur Tidak Aktual dan Tidak Menarik?

26 November 2022   07:08 Diperbarui: 26 November 2022   21:05 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gempa bumi yang melanda Cianjur luar biasa dahsyat. Kerugian materil dan non-materil sangatlah besar. Sampai hari Jum'at (25/11) tak kurang dari 341 jiwa melayang, puluhan orang masih hilang, ribuan orang mengungsi, dan ribuan rumah luluh lantak.

Gempa Cianjur memang dahsyat. Sehingga banyak pihak menaruh simpati dan empati, serta duka cita yang mendalam.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan jajaran para menteri pun langsung turun ke lokasi untuk melihat langsung para korban dan dampak gempa. Bahkan presiden kemudian memerintahkan beberapa lembaga negara untuk ikut membantu menangani para korban terdampak gempa.

Namun saya sedikit bertanya-tanya, apakah gempa Cianjur tidak aktual dan menarik bagi admin Kompasiana? Mengapa? Karena sampai saat ini Kompasiana tidak menjadikan gempa Cianjur sebagai "Topik Pilihan". Admin Kompasiana lebih tertarik mengangkat Topik Pilihan "Bau Badan" atau "Warung Kelontong" misalnya.

Apakah mengangkat gempa Cianjur penting? Ya, tentu saja. Bukan karena saya orang Cianjur. Tapi dengan mengangkat masalah gempa sebagai Topik Pilihan, nanti akan banyak perspektif dari para Kompasianer.

Tidak hanya tentang masalah gempa Cianjur saja, tapi tentang gempa pada umumnya. Bisa jadi akan banyak Kompasianer yang membuat tulisan tentang edukasi masalah gempa, bagaimana jika terjadi gempa, apa yang harus dilakukan, bagaimana penanganan pasca gempa, dan sebagainya.

Memang, tanpa adanya Topik Pilihan, sudah banyak Kompasianer yang membuat tulisan tentang gempa Cianjur. Apalagi jika admin Kompasiana menjadikan hal itu sebagai Topik Pilihan.

Dengan mengangkat gempa Cianjur sebagai Topik Pilihan, bukan berarti Kompasiana mengeksploitasi musibah. Dengan mengangkat masalah itu justru Kompasiana telah ikut mengedukasi masyarakat dan menaruh perhatian, serta empati.

Ini bukan petisi. Ini juga bukan protes. Ini hanya sekedar curhat saja. Jangan diambil hati. Mau didengar atau ditanggapi silahkan, tidak pun tak akan jadi dosa. Hatur nuhun.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun