Mohon tunggu...
Wiwin Zein
Wiwin Zein Mohon Tunggu... Freelancer - Wisdom Lover

Tinggal di Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Masih Untung Ada Orang yang Masih Mau Jadi Ketua RT/RW

16 Oktober 2021   16:48 Diperbarui: 16 Oktober 2021   19:21 249 28 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pentingnya peran RT/RW bagi warga masyarakat (sumber: dok.pri)

Keberadaan pengurus RT atau RW di lingkungan tempat tinggal sangatlah penting dan dibutuhkan oleh warga masyarakat. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya tidak ada orang yang mau menjadi ketua atau pengurus RT/RW.

Pemerintahan desa, kabupaten, provinsi, bahkan pusat, dalam hal tertentu sangat tergantung kepada para pengurus RT/RW yang berada di lapisan  bawah masyarakat. Misalnya mengenai akurasi data penduduk, data lembaga sosial atau keagamaan, atau hal lainnya yang membutuhkan "verifikasi" dari ketua RT/RW.  

Menjadi ketua atau pengurus RT/RW itu sebuah pengabdian yang sungguh sangat mulia. Kendati tidak mendapatkan gaji tapi mereka dituntut untuk melayani warga masyarakat, baik siang maupun malam.   

Beberapa pemerintah daerah saat ini memang ada yang mengalokasikan anggaran untuk insentif ketua RT/RW. Namun nominalnya tak seberapa jika dibandingkan dengan tugas yang harus dijalankan oleh ketua atau pengurus RT/RW.

Ketika ketua RT/RW sedang tidur nyenyak misalnya, tak jarang ada warga datang malam-malam mengetuk pintu untuk minta surat pengantar atau tanda tangan. Warga yang datang bukan tidak tahu etika, tapi mungkin karena mereka "tidak punya waktu lagi" sehingga harus datang di malam hari.   

Sialnya, ketua RT/RW juga tak jarang jadi sasaran makian warga. Ketika ada warga yang  tidak mendapat bansos (bantuan sosial) dari pemerintah pusat misalnya, ketua dan pengurus RT/RW lainnya sering menjadi sasaran caci maki warga. Ketua atau pengurus RT/RW lainnya sering dituding sebagai pihak yang pilih kasih dan tidak adil.

Padahal tidak semua orang bisa mendapatkan bansos. Sebab bansos bukanlah saweran dari pemerintah kepada rakyatnya. Hanya mereka yang memenuhi persyaratan tertentu yang bisa mendapatkan bansos.

Jika kebetulan ada kerabat RT/RW yang mendapat bansos karena memang mereka memenuhi persyaratan dan layak menerimanya, ada saja warga yang melakukan protes habis-habisan seraya menuding ketua RT/RW melakukan KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme).

Sewaktu ada ewuh pakewuh di lingkungan ke-RT an atau ke-RW an, ketua RT/RW seringkali jadi pihak yang cukup direpotkan. Ketua RT/RW harus terlibat dan tampil paling depan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang  terjadi.

Ada kasus tetangga yang cekcok, ketua RT/RW harus bisa menengahi. Ada kasus asusila atau kriminal, ketua RT/RW harus bisa menyelesaikan. Begitu pula dengan kasus-kasus lainnya, ketua RT/RW dituntut untuk menjadi juru damai dan memberikan solusi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Birokrasi Selengkapnya
Lihat Birokrasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan