Mohon tunggu...
Wiwin Zein
Wiwin Zein Mohon Tunggu... Freelancer - Wisdom Lover

Tinggal di Cianjur

Selanjutnya

Tutup

Raket Pilihan

Mengingat Verawaty Fajrin, Legenda Piala Sudirman yang Sedang Berjuang Melawan Kanker

27 September 2021   10:52 Diperbarui: 27 September 2021   22:17 576
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Piala Sudirman 2021 akan berlangsung mulai tanggal 26 September - 3 Oktober 2021 di Vantaa, Finlandia. Piala Sudirman 2021 ini merupakan edisi ke-17 dan diikuti oleh 16 negara.

Sejak diselenggarakan pertama kali tahun 1989 lalu, Indonesia belum pernah absen dari turnamen bulu tangkis beregu campuran itu. Indonesia tercatat pernah masuk final sebanyak 6 kali, yakni tahun 1991, 1993, 1995, 2001, 2005, dan 2007.

Pemegang rekor juara Piala Sudirman terbanyak sampai saat ini masih dipegang oleh Cina/Tiongkok dengan 11 kali juara. Korea Selatan menyusul Tiongkok di posisi kedua sebagai negara peraih Piala Sudirman, yakni sebanyak 4 kali.

Sementara itu Indonesia sendiri sebagai penggagas Piala Sudirman baru satu kali meraih piala tersebut. Indonesia meraih Piala Sudirman sewaktu menjadi tuan rumah dalam penyelenggaran perdana Piala Sudirman tahun 1989.

Waktu itu Indonesia berhasil mengalahkan Korea Selatan di final dengan skor 3-2. Kemenangan Indonesia diperoleh dari tunggal putri Susi Susanti yang mengalahkan Lee Young-Suk. Kemudian tunggal putra Eddy Kurniawan mengalahkan Sun Han Kok.

Terakhir, ganda campuran pasangan Eddy Hartono yang berpasangan dengan Verawaty  Fajrin mengkandaskan perlawanan Park Joo Bong/Chung Soo-Young. 

Dengan demikian selama  penyelenggaraan Piala Sudirman, baru ada tiga negara yang berhasil meraih Piala Sudirman. Yaitu Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok (urutan  berdasarkan negara yang lebih dulu menjadi juara).  

Sebagai penggagas Piala Sudirman, Indonesia tentu saja berharap bisa "membawa pulang" kembali Piala Sudirman ke tanah air di turnamen edisi ke-17 tahun ini. Walau pun tentu saja hal itu bukan sesuatu yang mudah. Tapi nothing is impossible.

Indonesia memang sudah sangat lama tidak pernah lagi mengangkat Piala Sudirman. Rentang waktu ketika Indonesia menjadi juara Piala Sudirman di edisi perdana turnamen bulutangkis beregu campuran itu sampai edisi ke-17 tahun ini sudah 32 tahun.  

Berbicara "tim juara" tim bulutangkis Indonesia di Piala  Sudirman 32 tahun lalu, para pecinta bulutangkis mungkin masih ingat nama-nama pemain yang menjadi pahlawan Indonesia itu. Ada nama Eddy Kurniawan (tunggal putra), Susi Susanti (tunggal putri), dan Eddy Hartono/Rudy Kurniawan (ganda putra).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Raket Selengkapnya
Lihat Raket Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun